Respon Cepat Bhabinkamtibmas, Gendong Warga yang Pingsan ke Rumah Sakit

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bhabinkamtibmas Polsek Binamu Bripka Abd. Muthalib membantu warga masyarakat yang pingsan tak sadarkan diri di Warkop Dg. Liwang, Rabu (07/03/18).

Bripka Abd. Muthalib yang kebetulan sedang beristirahat di warkop tersebut tiba-tiba mendapatkan berita bahwa ada seorang wanita yang tiba-tiba jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

Bhabinkamtibmas polsek Binamu tersebut langsung mendatangi wanita tersebut serta mengolongnya.

Wanita berinisial YL kemudian di bawa kerumah sakit ke Rumah sakit Lanto Dg. Pasewang guna mendapatkan perawatan Medis.

Kapolsek Binamu AKP Abd.Rahim.R.S.Sos dikonfirmasi mengatakan bahwa “Tindakan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmasnya adalah suatu kewajiban terhadap warga masyarakat yang  membutuhkan bantuan Polisi,” ujar Kapolsek. Binamu.

Selain menjalin hubungan erat antar aparat Kepolisian dengan warga, kepedulian yang diperlihatkan Bripka Abd. Muthalib juga makin memperkokoh keberadaan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password