Operasi Keselamatan Progo 2018, Di Hari Pertama, Unit Dikyasa Ditlantas Polda DIY Menyapa Pendengar Radio Sonora Yogyakarta

tribratanews.polri.go.id -PoldaDIY, Operasi Keselamatan ini merupakan operasi terpusat di seluruh Indonesia dengan sandi Progo 2018. Operasi Keselamatan Progo ini di tahun lalu bernama Operasi Simpatik Progo. Demikian kata Kasubdit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Polda DIY AKBP Sulasmi, S.H., dalam Talkshow tentang Operasi Keselamatan Progo 2018 di Radio Sonora, Jumat (2/3/2018).

Menurut AKBP Sulasmi, Jogja yang dikenal dengan Kota Pelajar, menuntut masyarakatnya untuk tertib berlalu lintas. Lalu lintas dan pelajar adalah urat nadi Yogyakarta. Menyinggung operasi Terpusat Keselamatan Progo 2018, Polda DIY sendiri menerjunkan 1000 personel gabungan yang terdiri dari Polisi Lalu Lintas, Sabhara, Binmas, Humas dan TI (Teknologi Informasi).

“1000 personel itu seluruh Jajaran Polda DIY. Masing masing Polres/ta jajaran sekita 200an personel. Sedang personel Mapolda DIY sendiri menerjunkan sekitar 225 petugas Kepolisian. Selain itu pula, kita juga kita menggandeng berbagai instansi antara lain TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja maupun mitra yang lain,” terangnya.

Pada Operasi Keselamatan ini, menurut AKBP Sulasmi, lebih mengedepankan teguran. Tetapi jika Satgas Ops Keselamatan menjumpai pelanggaran kasat mata, akan langsung diberi penindakan berupa tilang.

“Pelanggaran Kasat Mata sendiri yaitu tidak menggunakan helm, melawan arus, menelpon saat berkendara, berkendara dalam keadaan mabuk, mengemudikan kendaraan dibawah umur, nah nanti kita akan lakukam tilang. Tetapi jika sebatas misal motor hanya spion satu, besok saat ops Keselamatan Progo, kita berlakukan tilang teguran,” jelas AKBP Sulasmi.

Selain itu, menurut AKBP Sulasmi, dirinya bersama dengan Satgas Preemtif (pencegahan) saat ops Keselamatan Progo 2018 bekerjasama dengan Dinas Pendidikan akan melakukan sosialisasi dan penertiban di sekolah sekolah. Hal ini dirasa sangat efektif mengingat siswa sekolah rata rata masih dibawah umur (dibawah 17 th) sudah memakai kendaraan waktu pergi ke sekolah.

“Jika ada pengendara siswa sekolah melanggar dan surat suratnya tidak lengkap (tidak mempunyai sim), maka kita akan panggil orangtuanya untuk dilakukan pembinaan. Hal ini sangat efektif karena peran orangtua sangat vital dalam pendidikan di rumah maupun pembentukan kepribadian anak,” ujar AKBP Sulasmi.

penulis : Gentur
editor : Alfian
publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password