Nyabu Didalam Bengkel, Dua Remaja Digelandang Resmob Polsek Panakukkang ke Kantor Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Panakukkang berhasil mengamankan dua pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu saat melaksanakan patroli rutin di wilayah hukum Polsek Panakukkang, Selasa (06/03/18).

Kedua pelaku berhasil diamankan yakni lk AL(19) alias Amos dan lk MH(17) alias Enes, keduanya adalah warga Jl. Bilawayya.

Menurut Panit 2 Resmob Panakukkang Ipda Hariyanto Siga menjelaskan saat anggotanya melakukan patroli di sekitar wilayah hukum Polsek Panakukkang tepatnya di Jl. Urip Sumoharjo ditemukan dua orang laki -laki yang mencurigakan di dalam suatu bengkel. Kemudian Anggota Resmob Polsek Panakukkang mengamankan dan melakukan penggeledahan terhadap kedua tersangka.

“Saat kami melakukan penggeledahan, pihak kami menemukan beberapa barang bukti alat hisap sabu yang disimpan dalam kotak hitam di area kamar bengkel seperti dua buah pipet plastic, tujuh buah plastic saset bekas pakai, dua buah pirex, dua buah korek api, dan dua buah plastic tempat pirex,” terang Ipda Hariyanto.

Dari hasil interogasi terhadap kedua tersangka, lk AL(19) dan lk MH(17) mengakui bahwa benar barang bukti yang ditemukan di dalam kotak hitam adalah miliknya dan barang bukti tersebut telah digunakan.

Selanjutnya kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Polsek Panakukkang guan penyelidikan lebih lanjut.

Narkoba telah menjadi masalah serius bagi bangsa ini. Barang haram ini tanpa pandang bulu menggerogoti siapa saja. Para wakil rakyat, hakim, artis, pilot, mahasiswa, buruh, bahkan ibu rumah tangga tak luput dari jeratan narkoba. Dari sisi usia, narkoba juga tak pernah memilih korbannya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai dengan lanjut usia.

Disalin dari aceh.tribunnews.com, menurut data yang dikutip dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, dampak narkoba meliputi dampak fisik, psikologis, sosial dan ekonomi. Dampak fisik misalnya gangguan pada sistem saraf (neorologis): kejang-kejang, halusinasi, dan gangguan kesadaran.

Dampak psikologis berupa tidak normalnya kemampuan berpikir, berperasaan cemas, ketergantungan/selalu membutuhkan obat. Dampak sosial ekonomi misalnya selalu merugikan masyarakat, baik ekonomi, sosial, kesehatan, maupun hukum.

Dampak-dampak yang disebutkan di atas, jelas-jelas menjadi ancaman besar bagi bangsa ini. Bagaimana nasib bangsa ini jika generasi penerusnya adalah generasi-generasi yang bermental narkoba, generasi yang cacat fisik, psikologis, sosial dan ekonomi? Tentulah generasi-generasi ini tidak dapat membangun bangsanya yang juga sedang ‘sakit’.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa narkoba tidak pandang bulu, menyerang siapa saja. Meskipun demikian, yang menjadi target empuk narkoba umumnya adalah generasi muda yang berusia 15-30 tahun. Dari rentang usia itu, usia remaja merupakan usia yang sangat rentan terkena pengaruh narkoba.

Menurut data Mabes Polri yang dimuat dalam buku Kependudukan Prespektif Islam karangan M Cholil Nafis, dari 2004 sampai Maret 2009 tercatat sebanyak 98.614 kasus (97% lebih) anak usia remaja adalah pengguna narkoba.

Mudahnya generasi muda terjerat narkoba tentu saja disebabkan oleh banyak faktor, seperti depresi pekerjaan, masalah keluarga atau orang tua, lingkungan tempat tinggal, dan pengaruh teman sebaya. Khusus kalangan remaja, mereka terjerat narkoba karena faktor coba-coba, teman sebaya, lingkungan yang buruk, orang tua, serta pengaruh media film dan televisi.

Mengetahui kenyataan bahwa kalangan remaja merupakan sasaran empuk terkena pengaruh narkoba, perlu dilakukan tindakan-tindakan preventif oleh berbagai pihak, terutama lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga, dalam hal ini orang tua, merupakan salah satu tempat yang efektif untuk menghalau remaja menggunakan narkoba. Hal ini karena orang tua merupakan ‘sekolah’ pertama anak sebelum terjun ke masyarakat.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password