Kampanye Pilkada Bali Masih Aman dan Tidak Mengganggu Pelayanan Publik

21

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Pejabat Utama Polda Bali dan Kapolres se-Bali mendatangi Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Bali di Jalan Diponegoro, Denpasar, Senin (5/3/2018). Jajaran kepolisian bersama ORI Bali melaksanakan coffee morning sebagai upaya memperkuat sinergitas agar terwujudnya Pilkada serentak yang aman, damai, jujur dan demokratis di Provinsi Bali.

Kepala ORI Perwakilan Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkatab mengatakan, kegiatan ini digelar untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga negara atau lembaga pemerintahan lainnya serta lembaga kemasyarakatan dan perseorangan, sekaligus dalam rangka membangun jaringan kerja. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai penjabaran MoU antara Ombudsman RI dengan Kepolisian RI untuk meningkatkan koordinasi terkait penyelesaian laporan dan pengaduan masyarakat serta peningkatan pelayanan publik.

Ia mengaku, pertemuannya dengan Kapolda Bali beserta jajarannya lebih banyak membahas tentang upaya dalam mewujudkan Pilkada Bali yang aman, damai dan berintegritas. Pihak Ombudsman berharap agar pesta demokrasi di Provinsi Bali berjalan sesuai amanat Undang-Undang, sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang memiliki legitimasi yang kuat. Menurutnya, hal itu bisa terwujud jika pihak kepolisian melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap menjaga netralitas.

“Saya mengapresiasi langkah-langkah Polda Bali dalam membangun sistem pemilu yang damai. Karena ada beberapa kegiatan yang dibuat Kapolda Bali sangat berkontribusi positif dalam upaya menciptakan Pilkada Bali yang aman dan damai di Bali,” kata Umar Ibnu Alkatab.

Dijelaskannya, apabila Pilkada Bali ini dapat berjalan damai, maka pelayanan publik akan berjalan baik dan sebaliknya jika terjadi kericuhan dalam pelaksanaan Pilkada akan mempengaruhi pelayanan publik. “Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan KPU, Bawaslu Bali untuk melihat sejauh mana penyelenggaraan pesta demokrasi ini agar berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sementara Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyampaikan, berbagai langkah telah dilakukan pihak kepolisian untuk mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di Pulau Dewata ini. “Hingga saat ini, kita belum menemukan adanya hal-hal yang mengganggu pelayanan publik. Segala kemungkinan yang terjadi pada tahap kampanye sudah dilakukan upaya antisipasi,” terangnya.

Sebagai upaya preventif dalam mewujudkan Pilkada damai, Kapolda menyatakan sudah melaksanakan delapan kegiatan, yaitu pergelaran personel Ditsabhara, latihan Sispamkota, megibung Kamtibmas, tatap muka TNI-Polri dengan penyelenggara Pilkada, olahraga bersama, deklarasi Pilkada damai, melaksanakan seminar dengan civitas akademika serta melaksanakan seminar dengan media.

Kemudian, Polda Bali juga akan menggelar kejuaraan tenis meja dengan nama “Kapolda Cup Tahun 2018” yang akan digelar mulai dari tanggal 9 sampai dengan 11 Maret 2018. Dalam rangka menyongsong Pilkada damai, pesertanya akan diikuti oleh kedua Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali serta penyelenggara Pilkada.

Tidak hanya itu, jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini mengaku sudah mensosialisasikan dan menerapkan 13 aturan yang dibuat Kapolri agar anggota kepolisian tidak ikut terlibat dalam politik praktis.
Salah satu dari 13 larangan itu, anggota Polri dilarang foto bersama dengan Paslon. Kapolda menegaskan bahwa tidak semua foto yang ada polisinya dan Paslon dilarang. Foto yang dilarang akan dinilai dari berbagai aspek.

“Ada prosedurnya. Misalnya ada polisi yang sedang melaksanakan tugas pengamanan kampanye, saat paslon melintas disamping polisi yang jaga itu, terus ada orang yang foto, polisi itu tidak melanggar. Yang dilarang adalah polisi yang sengaja berfoto bersama dengan Paslon untuk mendukung dan ikut berkampanye,” bebernya.

Untuk pengawasan jika ada oknum anggota polisi yang ikut berkampanye dan mendukung salah satu pasangan calon secara diam-diam, Kapolda sudah menginstruksikan Kabid Propam Polda Bali untuk memberikan tindakan tegas.

“Hingga saat ini, tidak ada pelanggaran yang dilakukan anggota Polda Bali berkaitan dengan netralitas. Personel Polda Bali akan tetap menjaga netralitas selama Pilkada berlangsung,” tutupnya.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Swanjaya

Publish : Adhitya Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password