Melayat Kerumah Duka, Kapolsek Rilau Ale Turut Gotong Jenazah ke Perkuburan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dalam rangka menjalin tali silahturahmi dan turut berduka atas meninggalnya salah satu warga desa, Kapolsek Rilau Ale AKP A.SUBHAN,S.IP, Waka Polsek Rilau Ale IPTU H. NURYADIN bersama Personil Polsek Rilau Ale melayat dirumah duka Imam Desa Bontobangun Ustadz DARWIS BIN SATTUJI yang meninggal akibat kecelakaan jatuh dari pohon rambutan serta mengusung jenasah dan Mengsholati jenazah diMesjid Taqwa Desa Bontobangun dilanjutkan penguburan jenazah Almarhum, minggu tgl 4 maret 2018 sekitr jam 08.30 wita.

Dengan kehadiran Kapolsek Rilau Ale AKP A.SUBHAN,S.IP, bersama Personil Polsek Rilau Ale Polres Bulukumba bukan hanya melayat dirumah duka Imam Desa Bontobangun Ustadz DARWIS BIN SATTUJI yang meninggal akibat kecelakaan jatuh dari pohon rambutan,tetapi ikut mengusung jenasah dan Mengsholati jenazah diMesjid Taqwa Desa Bontobangun dilanjutkan penguburan jenazah Almarhum.

Dalam kesempatan tersebut, saya beserta keluarga besar Polres Bulukumba mengucapkan turut berduka cita yang sebesar besarnya serta mendoakan Arwah almarhum semoga diterima disisi-Nya.

Kapolsek Rilau Ale AKP A.SUBHAN,S.IP Menambahkan kalau ini merupakan jalinan Silaturahmi kami sebagai Polri dan kedekatan kepada Masyarakat karena dengan Kehadiran kami kerumah duka dan ikut mendoakan almarhum merupakan tugas yang sangat mulia dan sekiranya dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan”,ujar Kapolsek. (Humas Polres Bulukumba)

Kepedulian Kapolsek Rilau Ale kepada warganya yang meninggal dengan mengusung jenazah almarhum memberikan dampak positif terhadap institusi Polri, juga makin memperkokoh keberadaan Polisi sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password