Pelaku Curas di Perumahan Villa Mutiara Sudiang Akhirnya Dibekuk Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Biringkanaya bersama Timsus Polda Sulsel melakukan penangkapan terhadap pelaku begal/curas (Pencurian dengan kekerasan) di Perumahan Villa Mutiara Sudiang, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Minggu (04/03/18).

Sekitar Pukul 02.30 Wita Tim Resmob Polsek Biringkanaya yang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Abidin mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di Perumahan Sudiang Kota Makassar dan langsung bergerak cepat kemudian mengamankan Lk. AS (25) seorang buruh bangunan bersama rekanannya 4 (Empat) orang lainnya yaitu Lk. WA (25), Lk. IK (17), Lk. RN (17) dan Lk. AC (20).

photo_2018-03-04_17-27-30

Setelah dilakukan interogasi awal ke 5 (Lima) lelaki tersebut mengakui telah melakukan Curas / perampokan  di Alfamidi Villa Mutiara, bersama dengan 6 (enam) orang rekanannya yg salah satunya masih DPO yaitu Lk. AR.

Para Pelaku juga mengakui melakukan curas di Jalan Pajjayang Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar pada subuh Hari Jumat Tanggal 2 Maret 2018, sekitar jam 03.30 Wita. Adapun barang bukti yg diamankan 1(satu) bilah parang, 1(satu) Unit HP OPPO A37 dan 1 ( satu) buah busur dan 5 anak panah.

Selanjutnya ke 5 (lima) lelaki tersebut diamankan ke Posko Tim Khusus Polda Sulsel, dan akan diserahkan ke Polsek Biringkanaya. (Humas Polrestabes Makassar)

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password