Aksinya Terekam CCTV, Dua Sejoli Pencuri Hp Ditangkap Polisi

photo_2018-03-05_01-11-17-768x

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Panakkukang sekitar pukul 00.30 wita tengah malam berhasil meringkus 2 (dua) pelaku Pencurian dengan pemberatan (curat) di Jalan Batua Raya Makassar  Senin (05/03/18).

Malam itu Resmob Polsek Panakkukang yang sedang patroli di wilayah Panakukang mendapati pencurian Handphone didepan Indomaret dan terekam CCTV. Resmob yang saat itu ada di lokasi kejadian langsung mengambil rekaman CCTV dari Indomaret untuk selanjutnya mencari tersangka pencurian tersebut.

Penangkapan yang dipimpin oleh Panit 2 Reskrim Polsek Panakkukang Ipda Robert Hariyanto Siga telah berhasil mendapati rekaman CCTV yang merekam kejadian kejahatan tersebut lalu segera menuju ketempat persembunyia tersangka.

Polisi yang telah tiba di persembunyian tersangka langsung masuk dan mengrebek kedua tersangka tersebut. Tersangka Lk. AS (22) seorang wiraswasta yang merpakan warga Kab. Gowa dan Pr. SY (18) seorang wiraswasta yang juga merupakan warga Kab. Gowa berhasil diamankan Polisi bersama dengan barang bukti berupa dua buah helm warna biru dan putih coklat, satu unit motor merk mio sporty hitam, jaket warna coklat dan satu buah Handphone merk Oppo F3 dibawa ke Polsek Panakkuang untuk dimintai keterangan.

Didepan Polisi dua sejoli ini membenarkan bahwa mereka telah melakukan pencurian Handphone di dasbor motor di beberapa wilayah Makassar yakni, di Jalan Batua Raya di area parkiran Alfa mart dan mengambil satu buah merk Handphone Oppo F3 warna silver, lokasi berikutnya di Jalan Sudiang Makassar sekitar awal bulan September 2017 kedua tersangka mengambil satu buah Handphone merk Nokia, berikutnya di Jalan Pettarani Makassar kedua tersangka sekitar bulan Juli tahun 2017 merampas tas yang berisikan Handphone merk Nokia warna hitam, kedua tersangka juga berhasil mengambil tas sekitar bulan Agustus tahun 2017 yang berisikan dompet dengan uang Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu), dan lokasi terakhir mereka melakukan pencurian di Pantai Losari Makassar sekitar awal bulan Januari 2018 mereka berdua berhasil mengambil sebuah Handphone.

Kini dua sejoli pelaku pencurian ini sedang mendekam dibalik dinginnya jeruji tahanan Polsek panakkukang guna mempertanggung jawabkan perbuatan mereka serta masih menjalani proses hukum lebih lanjut lagi. (Humas Polrestabes Makassar)

Hampir setiap hari kita disuguhi berita pencurian, sebenarnya faktor apa yang menyebabkan tindakan kriminalitas seperti pencurian, perampokan, pencopetan, jambret dan lainnya dari aspek sosial-psikologi adalah faktor endogen dan eksogen.

Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password