Melayat Kerumah Warga yang Meninggal, Perwira Ini Tidak Segan Usung Keranda Mayat

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tidak ada manusia yang hidup abadi, semua itu tak luput dari ketentuan Tuhan Yang Maha Pencipta, setiap manusia pasti dilanda kedukaan tak tahu kapan dan bisa terjadi kepada siapa pun.

Bersama warga Kasat Lantas Polres Takalar AKP Supriadi mengusung jenazah Almarhum Hj. Mardiah ke pemakaman,  semasa hidupnya almarhum Hj. Mardiah sangat baik semoga almal ibadah berliau diterima oleh allah dan terhadap keluarga diberikan ketabahan. Ungkap Kasat Lantas.

Kapolres membenarkan kegiatan tersebut, ini adalah salah satu wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

“Apabila ada warga yang meninggal dunia seluruh anggota Polres Takalar  dan jajaran wajib melayat dan memberi pengawalan hingga menuju pemakaman,” ujar AKBP Gany.

Kepedulian Kasat Lantas Polres Takalar kepada warganya yang meninggal dengan mengusung jenazah almarhum memberikan dampak positif terhadap institusi Polri, juga makin memperkokoh keberadaan Polisi sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password