Resmob Polsek Panakkukang Tangkap Pengedar Uang Palsu, Pelaku Ternyata Residivis Curanmor

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Resmob Polsek Panakkukang  menangkap seorang pelaku pembuatan uang palsu di Paropo Makassar, Jumat (02/3/18) pukul 20.00 wita.

“Kami menangkap pelaku pembuatan upal berinisial CR (17) di Jalan Paropo Panakkukang Makassar,” kata Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, SIK di Kantor Polsek Panakkukang. Jumat (02/3).

Kasus ini terkuak setelah Tim Resmob Polsek Panakkukang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi penipuan menggunakan uang palsu terhadap supir taxi di wilayah Paropo Panakkukang Makassar.

Tim Resmob Polsek Panakkukang yang di Pimpin Ipda Roberth Hariyanto Siga langsung menuju TKP dan mengintrogasi korban dan memperoleh ciri-ciri pelaku.

Tak berselang lama Pelaku CR berhasil diamankan Tim Resmob di sebuah warung tak jauh dari sekitar TKP dan langsung melakukan penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan, Tim Resmob menemukan uang palsu sebanyak Rp. 1.500.000,- pecahan uang Rp. 100.000,-yang disimpan di kantong sebelah kanan pelaku.

Petugas kemudian melakukan introgasi kepada CR, pelaku mengakui bahwa uang palsu dibuat sendiri dan mencetaknya disebuah warnet sebanyak Rp.2.400.000,-.

Kompol Ananda menambahkan, pelaku CR  merupakan residivis kasus curanmor, mencetak uang palsu untuk keperluan sehari-hari.

Pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Panakkukang beserta barang bukti yang digunakan pelaku untuk membuat uang palsu.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang setiap orang yang meniru rupiah, kecuali untuk tujuan pendidikan dan promosi dengan memberi kata “spesimen”.

Sedangkan apabila sengaja menirukan rupiah sanksi dipidana dengan pidana kurungan paling lama tahun dan pidana denda paling banyak Rp 200 ratus juta.

Selain itu orang yang menyebarkan atau mengedarkan rupiah tiruan akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun. Pengedar uang palsu juga dituntut dengan pidana denda paling banyak Rp 200 ratus juta.

Tak hanya sanksi bagi penyebar uang palsu, setiap orang yang dengan sengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara sebagaimana dimaksud dalam perundangan kata Dwi juga dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pidana dan denda diatas juga dikenakan kepada setiap orang yang membeli atau menjual rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan atau diubah bentuknya.

Bagi yang mengimpor atau mengekspor rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, atau diubah juga akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. Hukuman ini sama dengan setiap orang yang memalsu rupiah serta bagi yang menyimpan secara fisik rupiah tiruan dengan cara apa pun.

Hukuman berat dikenakan bagi setiap orang yang mengedarkan atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.

Hukuman dan denda ini sama bagi yang membawa atau memasukkan rupiah palsu ke dalam atau ke luar Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pidana penjara paling lama seumur hidup dan pidana denda paling banyak Rp 100 miliar juga akan dikenakan bagi
setiap orang yang terbukti mengimpor atau mengekspor rupiah palsu.

Hukuman ini juga setara dengan orang yang memproduksi, menjual, membeli, mengimpor, mengekspor, menyimpan, atau mendistribusikan mesin, peralatan, alat cetak, pelat cetak atau alat produksi lainnya.

Hukuman ini juga berlaku bagi yang l memproduksi, menjual, membeli, mengimpor, mengekspor, menyimpan, atau mendistribusikan bahan baku.

Dalam hal terpidana perseorangan tidak mampu membayar pidana denda, maka kata Dwi pidana denda diganti dengan pidana kurungan dengan ketentuan untuk setiap pidana denda sebesar Rp 100 juta diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan. Adapun lama pidana kurungan pengganti harus dicantumkan dalam putusan pengadilan.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password