Bhabinkamtibmas Mediasi Warga yang Menyegel Sekolah

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bhabinkamtibmas Desa Lemo, Kec. Bontobahari Polres Bulukumba Bripka Sulaeman didampingi Kabid Pertanahan DPPP dan Kabid Ketenagaan Dikbud melakukan pertemuan dan mediasi dirumah warga Rahman  (Ahli waris pemilik tanah) yang menyegel SD 263 Tanah Lemo Bt. Bahari, bertempat di Ling.tanah harapan Kel. Tanah beru Kec. Bonto bahari Kab. Bulukumba, Jumat (02/03/18).

Penutupan sekolah SD 263 Tanah lemo yang di lakukan oleh Rahman untuk yang ketiga kalinya karena tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah daerah Kab. Bulukumba terkait tuntutan Rahman yang menginginkan agar seluruh guru yang mengajar di sekolah tersebut agar dipindahkan ke sekolah lain.

Dengan adanya Pertemuan dan Mediasi Membuahkan  hasil sebagai berikut:

1.Pihak Pemda meminta kepada lel.Rahman untuk membuka sekolah tersebut sambil menunggu proses atas tuntutan dari Lel.Rahman.

2.Akan di buatkan SK Bupati sesuai permintaan Lel.Rahman bahwa seluruh guru2 akan di mutasi ke tempat lain.

3.Bahwa tuntutan Lel.Rahman butuh proses dan berjanji akan memunuhi tuntutan Lel.Rahman.

4.Bahwa pihak pemda tidak berani meindahkan guru2 keseluruhan karena akan menjadi temuan di inspektorat.

5.Bahwa berjanji akan membawakan Nota Dinas dari Bupati pada hari Senin tgl 05 Maret 2018 sesuai tuntutan Lel.Rahman.

Pada jam 13.55 wita pihak Abd. Rahman bersama dengan H. Abd. Rajab di dampingi pihak Pemda,Trantib Bt.Bahari, Uptd Bt.Bahari Babinsa dan Babinkamtibmas membuka segel sekolah tersebut, dan Rahman Menyampaikan besok hari sabtu tgl 3 Maret 2018 sekolah tersebut akan buka seperti biasa/sudah bisa digunakan lagi.

Kegiatan tersebut berakhir jam 15.00 wita, dengan situasi aman dan lancar.(Humas Polres Bulukumba)

Upaya yang ditempuh Bhabinkamtibmas tersebut sebagai bentuk upaya Polri yang hadir ditengah masyarakat sebagai problem solvingdan merupakan bentuk pendekatan secara kekeluargaan, sehingga permasalahan tidak menjadi berkepanjangan.

Mediasi yang dilakukan merupakan salah satu bentuk dari alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan. Tujuan dilakukannya mediasi adalah menyelesaikan sengketa antara para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan imparsial.

Mediasi dapat mengantarkan para pihak ketiga pada perwujudan kesepakatan damai yang permanen dan lestari, mengingat penyelesaian sengketa melalui mediasi menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama, tidak ada pihak yang dimenangkan atau pihak yang dikalahkan (win-win solution).

Dalam mediasi para pihak yang bersengketa proaktif dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan. Mediator tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan, tetapi ia hanya membantu para pihak dalam menjaga proses mediasi guna mewujudkan kesepakatan damai mereka.

Penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi sangat dirasakan manfaatnya, karena para pihak telah mencapai kesepakatan yang mengakhiri persengketaan mereka secara adil dan saling menguntungkan.

Bahkan dalam mediasi yang gagal pun, di mana para pihak belum mencapai kesepakatan, sebenarnya juga telah merasakan manfaatnya. Kesediaan para pihak bertemu di dalam proses mediasi, paling tidak telah mampu mengklarifikasikan akar persengketaan dan mempersempit perselisihan di antara mereka.

Hal ini menunjukkan adanya keinginan para pihak untuk menyelesaikan sengketa, namun mereka belum menemukan format tepat yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak.

Model utama penyelesaian sengketa adalah keinginan dan iktikad baik para pihak dalam mengakhiri persengketaan mereka. Keinginan dan iktikad baik ini, kadang-kadang memerlukan bantuan pihak ketiga dalam perwujudannya. Mediasi merupakan salah satu bentuk penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga. Mediasi dapat memberikan sejumlah keuntungan antara lain :

  1. Mediasi diharapkan dapat menyelesaikan sengketa secara cepat dan relatif murah dibandingkan dengan membawa perselisihan tersebut ke pengadilan atau ke lembaga arbitrase.
  2. Mediasi akan memfokuskan perhatian para pihak pada kepentingan merekan secara nyata dan pada kebutuhan emosi atau psikologis mereka, sehingga mediasi bukan hanya tertuju pada hak-hak hukumnya.
  3. Mediasi memberikan kesempatan para pihak untuk berpartisipasi secara langsung dan secara informal dalam menyelesaikan perselisihan mereka.
  4. Mediasi memberikan para pihak kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap proses dan hasilnya.
  5. Mediasi dapat mengubah hasil, yang dalam litigasi dan arbitrase sulit diprediksi, dengan suatu kepastian melalui konsensus.
  6. Mediasi memberikan hasil yang tahan uji dan akan mampu menciptakan saling pengertian yang lebih baik di antara para pihak yang bersengketa karena mereka sendiri yang memutuskannya.
  7. Mediasi mampu menghilangkan konflik atau permusuhan yang hampir selalu mengiringi setiap putusan yang bersifat memaksa yang dijatuhkan oleh hakim di pengadilan atau arbiter pada lembaga arbitrase.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password