Pelaku Penganiayaan Dokter Resmi Ditahan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Polres Badung merilis kasus penganiayaan yang pelakunya merupakan Ketua Forum Perbekel se-Badung, I Gusti Lanang Umbara (39) dengan korbannya seorang dokter internship di RSUD Mangusada, Badung yang bernama dr. Grace Juniaty (25).

Tersangka yang masih menjabat sebagai Perbekel Pelaga ini pun hanya bisa tertunduk malu dengan menggunakan kaos polos berwarna merah saat kasusnya dirilis di aula Mapolres Badung, Jumat (2/3/2018).

Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K. menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada hari Minggu (25/2) lalu. Sekitar pukul 03.00 Wita, pelaku bersama tiga orang keluarganya datang ke RSUD Mangusada untuk mengantar salah satu keluarganya yang menderita sesak nafas. Kemudian korban menyuruh pelaku menidurkan keluarganya yang sakit itu di atas tempat tidur pasien dan korban melakukan tindakan medis sesuai SOP.

Setelah dilakukan tindakan medis kemudian korban menunjukan hasil rekam medik dan menyarankan untuk pasien dirawat inap. Menurut Pelaku bahwa dirinya telah memesan ruangan inap VIP, sehingga korban menyuruh pelaku untuk mencari kamar dan mengambil obat sendiri di apotek.

Saat itu, pelaku tidak terima disuruh mencari kamar dan mengambil obat sendiri ke apotek. Hasil rekam medik yang dipegangnya dipukulkan ke kepala bagian atas korban sebanyak satu kali sambil marah-marah. Mendapat perlakuan seperti itu, korban hanya diam saja dan kembali pelaku memukulkan satu bendel rekam medik pada bagian pipi korban.

Saat ini tersangka Gusti Lanang Umbara sudah resmi ditahan di Polres Badung. Atas perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara. Saat ini penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan (mindik) dan melakukan pemberkasan agar segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Sudah kami tahan, karena barang bukti sudah cukup termasuk melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi termasuk korban. Hasil forensik juga menyatakan memang tidak ada bekas luka, namun ada tekanan psikis,” ucapnya.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Swanjaya

Publish : Adhitay Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password