Lagi Penyebar HOAX Berhasil di Ringkus Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim

Tribratanews.polri.go.id- Polda Jatim, Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus, Polda Jatim ungkap penyebar ujaran kebencian (hate speech) atau permusuhan individu kelompok masyarakat berdasarkan SARA.

Pelaku berinisial MFA, lelaki kelahiran Bangkalan 3 Juni 1983 warga Bulak Jaya II/1 B Surabaya. Pelaku RG laki kelahiran Ngawi, 7 Oktober 1998 , warga Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi (domisili ponpes Alfalah Ploso, Kecamatan Mojo Kediri). Pelaku berinisial SFY, lelaki kelahiran Sumenep Madura 12 Maret 1981 warga  Dusun Toko, Kelurahan Sumurdalam, Kecamatan Besuk, Probolinggo. Terakhir pelaku inisial MDR, laki kelahiran Mumenep Madura, 1 Maret 1978, pekerjaan ustad atau guru Ponpes Al Teratai Desa  Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep warga Blimbing Sumenep Madura.

WhatsApp Image 2018-03-02 at 10.42.50

 “Isu penyerangan ulama dan  PKI tidak ada. Hari ini Jumat (2/3/2018)  kita jawab dan Polda Jawa Timur mampu untuk menangkap pelakunya,” tegas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mengera didampingi Wadireskrimsus AKBP Arman Asmara.

Ditegaskan, bahwa pelaku melakukan pontingan menyangkut situasi dibuat sedemikian rupa sehingga bertujuan wilayah Jawa Timur yang kondusif menjadi tak kondusif. Diberikan salah satu contoh kasus di Tuban ini tidak ada penyerangan terhadap masjid maupun kyai termasuk tersusupi PKI. Termasuk yang di Kediri dan Lamongan. Semua itu kata pelaku, dilakukan oleh PKI dan semua itu adalah hoax.

Kronologi pelaku MFA memiliki akun facebook dengan nama “Itong” email bank.itong1101@gmail.com  dan akun instagram dengan nama ” bang.itong.55″ bergabung sejak Agustus 2017. Kemudian 13 Februari 2018 memposting  status di akun FB-nya yang patut diduga berisi ujaran kebencian.

Sedang media yang dipakai pelaku untuk comment atau update status di media FB dan IG adalah satu unit HP dengan no 087856409257. Hasil koordinasi penyidik dengan ahli bahasa Unesa, hasilnya tidak sesuai denegan kenyataan sehingga memicu kebencian masyarakat terutama warga NU seolah olah ormas islam NU pimpinan KH Said Agil Siradj, salah dalam membimbing muridnya.

WhatsApp Image 2018-03-02 at 10.43.15

Selain itu, penyidik juga koordinasi dengan ahli ITE Kominfo Pusat di Surabaya, bahwa adanya status pelaku di FB masuk dalam unsure menyebarkan karena update status dapat dilihat oleh semua pertemanan di akun FB.

 Tersangka berinisial SFY, pada 28 Februari 2018 mendapat informasi terkait penyebar berita bohong (hoax) seperti hilangnya seorang ustadz yang diposting oleh akun FB Aminandar. Postingan tersebut diposting pada 20 Februari 2018 pukul 06.41 WIB dengan link URL www.facebook.com/aminandar.aminandar.1/post/1565339455146892 . Lanjut postingan provokasi dan hoax yang diposting akun FB  Aminandar lainnya diposting 19 Februari 2018 pukul 10.12 WIB dengan link URL www.facebook .comaminandar.aminandar.1/155997511867753 dan postingan 11 Februari 2018 pukul 10.59 WIB URL www.Facebook.com/aminandar.aminandar.1/post/151271612340343.

Sedang tersangka berinisial MDR, penyebar hoax terkait penyerangan terhadap ulama oleh PKI. Postingan tersebut di akun FB dengan link URL www.facebook.com/aminandar.aminandar .1/post/156539455146892 .

Penulis : Ice / hms jtm
Editor   : Alfian Nur
Publish : Ice

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password