POLICE GOES to CAMPUS : Bersama Pelajar Kita Cegah Narkoba dan Tawuran serta Ajarkan Kedisplinan Berlalu Lintas

tribratanews.polri.go.id JOGJA – Usia Pelajar adalah usia strategis dan penuh potensi. Di rentang usia menganjak remaja dari anak – anak inilah berbagi pengaruh bisa memasuki mereka. Baik pengaruh negatif maupun positif. Karenanya, peran pihak sekolah, lingkungan, negara dan tentu orang tua sangat penting untuk mencegah pengaruh negatif kepada mereka.

Bertempat di Ruang SIdang Utama IST Akprind Jl. Kalisahak Yogyakarta pada hari ini, Sabtu 21 Januari 2017 digelar seminar bertajuk, “Bersama Pelajar Kita Perangi Narkoba serta Kenakalan Remaja dan Tertib Lalu Lintas”. Seminar yang diselenggarakan oleh Satmabhara IST Akprind ini menghadirkan pembicara dari Polda DIY, Badan Narkotika Nasional Propinsi DIY, Wakil Rektor IST AKPRIND Ir. Joko Waluyo, MT. Peserta Seminar ini adalah siswa dan siswi di Yogyakarta.

Narkoba merupakan masalah kompleks, karena yang diserang bukan hanya aspek medis, tetapi juga kejiwaan dan lingkungan. Seorang pengguna narkoba, sudah pasti akan mengalami kerusakan organ tubuh. Selain itu, dampaknya secara kejiwaan pun tidak bisa diremehkan. Ketergantungan yang menyebabkan seseorang selalu mencari dan mencari inilah yang mengantarkan permasalahan ini memiliki dimensi sosial.

Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Rektor IST AKPRIND, “Perlu kiranya, materi yang sangat penting di forum ini diinformasikan kepada khalayak umum.” Selain itu, Warek Akprind juga menyinggung betapa posisi Jogja sebagai Kota Pelajar yang sangat strategis sebagai barometer di negeri ini.

Peran negara pun penting dalam menghadapi permasalahan ini. “Untuk mencegah penyebarannya ini, Kami dari kepolisian selalu turun ke bawah, ke sekolah – sekolah, ke tengah masyarakat,” papar Kompol Subadi Kasi Bintibmas Ditbinmas Polda DIY. Lebih lanjut Kompol Subadi menjelaskan bahwa kenakalan remaja dalam hal ini klithih, menjadi perhatian khusus Polda DIY. Selain tertangkapnya pelaku klithih, pencegahan dengan menyambangi sekolah dan kelompok remaja pun juga dilakukan. Karena mencegah perilaku kriminal jauh akan lebih baik.

Dari sisi lain, AKP Estiqomah menyoroti lingkungan yang menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Bukan tidak mungkin, penyebab seorang remaja salah pergaulan karena kurangnya perhatian dari pihak keluarga, atau malah keluarga yang broken home. Selain itu, kebiasaan bullying bahkan kekerasan berdasar senioritas di sekolah pun punya andil bagi munculnya kenakalan remaja.

Dengan menjadikan pelajar sebagai mitra pencegahan narkoba, maka hal ini akan berdampak luas. Demikian disampaikan oleh Kabid Pencegahan BNN Propinsi DIY, Bambang Wiryanto. “Dengan semakin banyak remaja dan pelajar yang sadar bahaya narkoba, maka akan semakin sedikit yang terkena Narkoba.” Karena lingkungan yang baik sudah menutup peluang penyebaran narkoba.

Seminar yang berakhir pada pukul 12.00 WIB tadi diikuti sekitar 60-an peserta.

penulis : dhn-MF

editor : Kang Iqbal

publis : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password