Melihat lebih Dekat Sosok Brigadir Yohanita, Sang Polwan Tangguh dari Polres Trenggalek

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Polres Trenggalek – Di desa Sukorame Kecamatan Gandusari Trenggalek, nama Brigadir Yohanita Rahmawati cukup dikenal luas masyarakat. Bagaimana tidak, dia adalah satu-satunya polisi wanita yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Trenggalek.

Wanita kelahiran 14 Agustus 1985 ini dipercaya bertugas sebagai polisi desa setelah sebelumnya menjabat sebagai penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak selama lebih dari 10 tahun.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. mengatakan, keputusan menugaskan seorang Polwan menjadi Bhabinkamtibmas bukan tanpa sebab. Proses panjang melalui sidang Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak) dengan melihat prestasi dan pertimbangan lainnya.

“Rata-rata Bhabinkamtibmas memang dijabat oleh polisi laki-laki mengingat intensitas dan tantangan tugas cukup tinggi. Namun bukan berarti Polwan tidak bisa bertugas disitu. Jika memenuhi persyarakatan kenapa tidak ?” ujar AKBP Didit.

“Selama bertugas di Satreskrim, Brigadir Yohanita telah menunjukkan kegigihan dan keuletan dalam bekerja. Dan kami ingin memberi suasana baru di lingkungan desa sekaligus membuktikan bahwa Polwan kita punya kompetensi disitu” imbuhnya.

Brigadir Yohanita lahir dan besar di lingkungan keluarga besar Polri. Ayahnya merupakan anggota Polri yang hingga saat ini masih berdinas di Polsek Pogalan. Sementara sang suami, Bripka Haris Rojabi, SH adalah anggota Unitlaka Satlantas Polres Trenggalek.

Didikan sang ayah yang kental dengan disiplin tinggi telah menempanya menjadi sosok wanita yang mandiri dan tak mudah menyerah. Usai lulus dari SMA Negeri 2 Trenggalek tahun 2004, ia mencoba peruntungan dengan mendaftarkan diri mengikuti seleksi Polwan. Tak sia-sia, usaha kerasnya untuk mengikuti jejak sang ayah terjawab setelah dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pendidikan Sepolwan di Ciputat Jakarta dan lulus tahun 2006 silam.

“Sejak kecil saya memang sudah termotivasi dari ayah untuk mengabdikan diri melalui Polri. Dari ribuan peserta, alhamdulillah saya termasuk satu diantaranya yang lolos. Seneng banget bisa menjadi kebanggaan orang tua dan keluarga” ucap Brigadir Yohanita.

Usai mengikuti pendidikan selama 11 bulan, Brigadir Yohanita ditempatkan di Satsabhara Polres Trenggalek. Beberapa bulan kemudian ia dipindahtugaskan ke jajaran Satreskrim dan dipercaya sebagai salah satu penyidik andalan unit PPA hingga akhir tahun 2017.

“Di Unit PPA banyak pengalaman dan suka dukanya. Semua kasus yang melibatkan perempuan dan anak, saya pasti dilibatkan. Dari situ saya banyak belajar bagaimana memposisikan diri sebagai Polisi sekaligus sesama wanita dalam hal penyelesaian perkara yang melibatkan perempuan dan anak” jelasnya.

Kasus paling menarik adalah saat dirinya bersama tim berupaya keras mengungkap pembunuhan bayi di Watulimo. Tidak ada saksi sama sekali yang bisa dikorek informasinya. Sementara lokasi pun terpencil dan jauh dari pemukiman. Namun berkat kegigihan dan kecermatannya, akhirnya kasus tersebut dapat terungkap.

Brigadir Yohanita menuturkan, dirinya sejak kecil memang suka tantangan. Oleh sebab itu, saat diminta bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, ibu dari Sabrina Zahra Putri Charista inipun sontak mengiyakan. Menurutnya, tugas paling berat justru menjadi Bhabinkamtibmas mengingat saban hari harus bertandang ke desa binaan dan mampu menyelesaikan masalah sekecil apapun di desa.

“Bhabinkamtibmas itu miniatur Polri. Harus punya talenta yang beragam. Kadang dia jadi motivator, mediator sekaligus solutor setiap permasalahan. Kadang jadi guru juga kalau ke sekolah-sekolah. Nah, disitulah tantangannya. Harus menguasai semua teknik fungsi kepolisian” ungkapnya.

Saat ditanya bagaimana cara membagi waktu, wanita penggemar olahraga joging inipun menegaskan, meskipun banyak waktu tersita untuk mengabdikan diri dengan keliling desa binaan untuk bertemu masyarakat, sebagai istri dan seorang ibu dirinya harus pandai-pandai membagi waktu antara tugas dan keluarga.

Pagi sebelum bertugas, Brigadir Yohanita sudah menyiapkan sarapan untuk keluarga. Diwaktu senggang ia sempatkan diri pulang ke rumah untuk sekedar bertemu sang buah hati. Beruntung, sang suami sangat mendukung aktivitasnya. Maklum saja, jarak antara rumahnya dengan Desa Sukorame tidak begitu jauh, sekitar 8 Km atau 15 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.

“Kan sekarang teknologi sudah canggih, bisa video call kalau tidak bisa pulang. Kadang juga gantian sama suami. Paling pas hari libur kita manfaatkan untuk jalan-jalan bareng. Family time” ujarnya seraya tersenyum.

Sebagai Polisi Wanita, Brigadir Yohanita berharap kedepan semakin banyak Polwan yang bertugas di tempat yang biasa ditempati polisi laki-laki bukan duduk di belakang meja saja, baik Bhabinkamtibmas maupun fungsi operasional kepolisian lainnya.

“Sebenarnya Polwan juga bisa kok, tak kalah dengan polisi laki-laki. Biar Polwan juga bisa mendapat pengalaman dan wawasan lebih tentang tugas-tugas Kepolisian lainnya” harap Brigadir Yohanita.

Penulis : Ady / Polres Trenggalek Jatim
Editor : Alfian Nurnas
Publish : Handoko / Polres Trenggalek Jatim

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password