Remaja Ini Harus Berurusan Dengan Hukum Karena Hina dan Maki Polisi

Tribratanewspolri.go.id – Polda Kalbar – Polres Sintang – Seorang remaja pelajar kelas 11 disalah satu SMA Negeri di Sintang harus berurusan dengan hukum gara-gara memaki dan menghina polisi di media sosial pada group WhatsApp miliknya.

Pelaku yang berinisial ADY alias Tole, warga Jalan Darun Najah Desa Baning Kota Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang, diketahui mengumpat jajaran kepolisian dengan kata-kata yang tidak pantas.

Tole menulis komentar penghinaan terhadap polisi pada Sabtu 24 Februari pukul 16.32 WIB. Ia mengatakan “POLISI MENANG KARNA DIA APARAT JAK BAH, KARNA MENURUT HUKUM, KALAU DUEL MANA ADA APA-APANYA BAH SIDAK DI POLRES TU MAJOH TAIK SAMA NGEROKOK JAK BAH, SOK-SOK RAJIA SEGALA “ dan “ APALAGI POLWANNYA, KASI P***R NDAK JADI MARAH, DIISAPNYA P***R KITA”. Tulisan tersebut diketahui oleh Sat Reskrim Polres Sintang atas informasi dari masyarakat bahwa ada penghinaan terhadap polri melalui media sosial.

“menerima laporan tersebut, penyidik melakukan penyelidikan dengan melakukan profiling terhadap akun media sosial tersebut, sehingga pada Sabtu 24 Februari 2018 lalu, pelaku telah diamankan di Polres Sintang guna penyelidikan lebih lanjut” jelas Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Eko Mardianto, SIK, MH

Diproses hukum Kasat Reskrim mengatakan, kendati di bawah umur, proses hukum terhadap ADY alias Tole tetap berjalan. Pemeriksaan pun dengan melibatkan orangtua, Bapas karena pelaku masih dibawah umur, membuat Surat Penitipan kepada orang tua karena selain dibawah umur pelaku pun statusnya masih pelajar, serta wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis.

Kini, polisi telah menetapkan Tole sebagai tersangka. “Karena masih di bawah umur, tidak dilakukan penahanan dan wajib lapor. Tapi proses hukum terus berjalan. Dalam kasus ini kami menerapkan Undang-undang ITE,” terang AKP Eko. Tole dijerat dengan pasal 27 ayat 3, 28 ayat 2, dan pasal 45 Undang-undang ITE. Adapun pasal 27 ayat 3 berisi tentang muatan penghinaan atau pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar. Pasal 28 sebagaimana diatur dalam pasal 45 memuat tentang penyebar kebencian di jejering sosial, dan memiliki ancaman yang sama, yakni enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.

Penulis : Chintya
Editor : Alfian N / Nanang P
Publish : Hariyanto

Admin Polri56114 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password