Coba Kabur, Dua Pelaku Curat Dihadiahi Timah Panas

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dua orang pelaku pencurian ditangkap Timsus Dit Reskrimum Polda Sulsel, satu diantaranya dilumpuhkan dengan timah panas karena melarikan diri, mereka ditangkap didua tempat berbeda.

Pelaku RT (27) ditangkap dijalan daeng tata sedangkan pelaku RR (22) ditangkap ditempat nongkrongnya dijalan bontoduri makassar pada hari yang sama sabtu (24/2/18).

PhotoGrid_1519547396227-500x35

Kedua pelaku ditangkap bersama barang bukti berupa sebuah handphone merk asus hasil kejahatan pelaku dan berdasarkan laporan tertulis sdr. Muflih di Polsek Rappocini bulan februari 2018.

Bermula dari penangkapan pelaku RT dijalan daeng tata makassar, dan dilanjutkan pengembangan ke pelaku RR dan LW (DPO) selanjutnya dilakukan pengembangan pelaku RR untuk barang bukti yang lain namun pelaku RT mengelabui petugas dengan cara melarikan diri, sehingga petugas mengambil tindakan terukur dengan cara melumpuhkan dengan timah panas pada bagian kaki pelaku.

Hasil introgasi kedua pelaku mengakui telah melakulan pencurian sebanyak enam lokasi berbeda diwilayah kota makassar dengan modus masuk kerumah kosong yang ditinggal penghuninya.

Penyidik Polsek Rappocini saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku yang dijerat dengan pasal 363 ini. (Humas Polrestabes Makassar)

Maraknya aksi pencurian dipengaruhi beberapa faktor diantaranya faktor endogen dan eksogen.

Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu (barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password