DPO Pelaku Penganiayaan di Gowa Akhirnya Dibekuk Polisi Ditempat Persembunyiannya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Jumat (23/2/18), Personil Polsek Tombolopao meringkus pelaku penganiayaan terhadap anak di persembunyiannya Kec. Kindang Kab. Bulukumba.

Pelaku berinisial DD (48), diringkus oleh personil Polsek Tombolopao lantaran masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Tombolopao sejak tahun 2016. DD ditetapkan selaku tersangka penganiayaan terhadap AM (16) di Lingkungan Bontopannu Kel. Tamaona Kec. Tombolopao Kab. Gowa yang mengakibatkan luka lebam pada mata kiri dan luka pada bagian bibir.

Penangkapan dilakukan oleh gabungan personil pulbaket dan anggota reskrim Polsek Tombolopao dan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Tombolopao Aiptu Syahruddin, SH.

“Berdasarkan keterangan para saksi dan alat bukti surat berupa hasil Visum et Revertum DD dinyatakan selaku tersangka pada tahun 2016, namun DD setelah melakukan penganiayaan langsung melarikan diri dan lebih setahun masuk dalam daftar DPO, akhirnya persembunyiannya dapat diketabui selanjutnya dilakukan penangkapan pada hari jumat (23/2) di Kec. Kindang Kab. Bulukumba. Berdasarkan informasi yang di himpun oleh personil Polsek Tombolopao,” kata Kanit Reskrim. (Humas Polres Gowa)

Dikutip dari muttaqin.id ada empat faktor yang menjadi penyebab timbulnya kekerasan di masyarakat. Antara lain :

  1. Tidak terpenuhinya motivasi dan keinginan dari manusia

Suatu motivasi atau keinginan yang berasal dari diri manusia atau sekelompok orang yang tidak terpenuhi sering kali ditindaklanjuti dengan tindakan kekerasan. Banyak kasus yang terjadi dimana kekerasan terjadi karena adanya motivasi atau keinginan dari manusia yang tidak terpenuhi, misalnya seorang anak remaja yang tidak mampu mendapatkan gadis yang dicintainya, ia akan melakukan tidakan kekerasan untuk mendapatkan gadis itu.

  1. Dialog dan kompromi yang menghasilkan jalan buntu

Sudah jelas jika ada suatu dialog atau kompromi yang tidak dapat terselesaikan akan mengakibatkan tindakan kekerasan. Hal ini bisa kita lihat dalam rapat anggota DPR, dimana kadang kala mereka melakukan tindakan kekerasan karena masing-masing pihak tidak ada yang mau mengalah.

  1. Agresifitas yang ada pada manusia

Manusia mempunyai sifat agresif yang dapat menjadi benih-benih tindakan kekerasan. Sifat agresif disebabkan oleh adanya beberapa faktor, antara lain :

  1. frustasi
  2. merasa bingung
  3. merasa dirugikan
  4. menghadapi ancaman dari luar
  5. merasa diperlakukan tidak adil
  1. Perbedaan realitas potensial dengan potensial aktual manusia

Realisasi potensial adalah apa yang mungkin dieujudkan sesuai dengan tingkat pengetahuan, wawasa, sumber daya, dan kemajuan yang dicapai manusia. Apabila realisasi potensial tersebut disalahgunakan untuk tujuan tertentu atau dimanipulasi oleh sekelompok orang, maka akan terjadi kekerasan.

Perbuatan penganiayaan yang dilakukan pelaku merupakan kedzaliman, dalam Islam kita dilarang menganiaya atau menzalimi orang sebab kezaliman akan menjadi kegelapan di akhirat kelak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Takutlah kalian berbuat zalim, karena kezaliman itu menjadi kegelapan demi kegelapan di hari kiamat” (HR. Muslim).

Kezaliman juga adalah kebangkrutan di akhirat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian siapa itu orang yang bangkrut?”, Mereka menjawab:

“Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak lagi memiliki uang dan barang”.

Beliau lalu menerangkan:

“Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal shalat, puasa dan zakat. Disamping itu, ia juga membawa dosa mencaci maki, menuduh, mengambil harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka tiap-tiap orang yang dizaliminya dibayar dengan amal baiknya. Kalau habis amal baiknya, sedangkan tanggungannya belum terbayar, maka diambil sebagian dari dosa-dos mereka lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam api neraka” (HR. Muslim)

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password