Diamuk Massa, Timsus Polsek Tamalate Amankan Tiga Pelaku Begal

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Timsus Polsek Tamalate sekitar pukul 16.00 wita berhasil meringkus tiga orang pelaku pencurian dengan kekerasan atau biasa dikenal dengan begal di Jalan St. Alauddin Makassar, Sabtu (24/02/18).

Pencurian yang terjadi di sebuah catering di Jalan St. Alauddin Makassar ini membuat Timsus Polsek Tamalate bergerak untuk meringkus ketiga pemuda ini atas tindakan mereka yang merugikan warga.

Sore itu penangkapan yang dipimpin oleh Aiptu A. Latif dan  Ipda Suhardi diawali dari Anggota Lantas Polrestabes Makassar melihat ketiga Pelaku yang tertangkap oleh warga didepan sebuah catering Jalan Alauddin Makassar langsung menghubungi Ka SPKT meminta agar segera datang dan membantu mengamankan ketiga Pelaku dari amukan massa. Ka SPKT yang telah menerima laporan tersebut langsung menuju lokasi bersama timsus Polsek Tamalate.

Timsus Polsek Tamalate bersama Ka SPKT yang telah tiba dilokasi langsung mengamankan ketiga pelaku dari amukan massa dan  langsung membawa ketiga Pelaku ke RS. Bhayangkara Makassar untuk menlajani perawatan, selanjutnya setelah luka – luka ketiga Pelaku mendapatkan perawatan mereka langsung dibawa ke  Polsek Tamalate untuk di introgasi lebih lanjut.

Pelaku Lk. IS (20) seorang tukang bengkel bersama kedua rekannya yakni, Lk. AR (18) dan Lk. MI (16) seorang juru parkir, didepan Polisi mengakui bahwa saat itu mereka tanpa berpikir panjang langsung menuju ke arah korban dengan menggunakan sebuah sepeda motor merk Kawasaki Ninja sambil berboncengan tiga.

photo_2018-02-24_17-51-09-660x

Saat mereka tiba didepan korban Pelaku AR dan IS turun dari motor dan langsung merampas Handphone milik korban sambil IR menodongkan pisau pada korban setelah berhasil merampas handphone korban segera ketiga pelaku ini  melarikan diri namun saat hendak melarikan diri, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian tersebut langsung berkerumun dan bergotong royong menangkap pelaku. (Humas Polrestabes Makassar)

Priadi Permadi, Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password