Berantas Peredaran Narkoba, Polres Takalar Tangkap Pengedar Sabu di Pattalassang

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Narkoba Polres Takalar melakukan penangkapan pengedar barang haram Jenis Narkoba (sabu) bernama Siriwa Dg ngila (38) seorang pekerja.

Pelaku diamankan di Lingkungan Pattallassang Kel. Pattallasang Kec. Pattallassang Kab. Takalar. Jumat (23/2/18).

Penangkapan Pengedar barang haram tersebut dipimpin langsung oleh Kaur Bin Ops Sata Narkoba Polres Takalar Ipda Hasli Dunia, Bersama Kanit Idik I Bripka Muh Tasrif, Kanit idik II Bripka Hermansyah.

Setelah melakukan Pengeledahan badan di rumah milik tsk SR ditemukan 3 saset berisikan Kristal Bening yang di duga jenis Narkoba.

Berdasarkan keterangan SR bawha Barang Haram tersebu diperoleh, lk Eppe beralamat Kec. Pattallassang Kab. Takalar.

Barang bukti yang berhasil diamankan 3 (tiga) saset plastik berisikan kristal bening berat 0,63 gram,uang Rp 250.00 ( dua ratus limapulu ribu rupiah), 1 unit hanpone merek Nokia, 1 bong alat hisap sabu botol plastik, 2 batang piresx,1 buah sumbu korek gas, 8 saset plastik kosong, 2 buah karet gas, 2 batang sendok pipet, 1 batang pembersih pires, satu pipet panjang warna putih.

Penangkapan pengedar barang  haram tersebut, dibenarkan oleh Kapolres Takalar AKBP Gany Alamsyah Hatta, “Tersangka dan barang bukti di amankan di Polres Takala Guna penyidikan dan diproses sesuai Hukum yang berlaku,” ucapnya.

Komitmen Polres Takalar memberantas peredaran narkoba sejalan dengan sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password