Spesialis Pencuri Kabel Jaringan Seluler di Gowa Akhirnya Ditangkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Berdasarkan laporan yang diterima Polsek Bajeng terkait komplotan spesialis pencuri kabel jaringan seluler yang mengakibatkan kerugian Rp 83 juta, atas laporan tersebut Kapolsek beserta personil unit reskrim melakukan penyelidikan dan pengembangan kemudian mendapatkan infornasi tentang para pelaku.

Selanjutnya pada Rabu (21/02/18) sekitar 18.30 Wita Kapolsek Bajeng Akp Ramli, S.Sos bersama personil melakukan penangkapan terhadap lel. AR di Kampung Parang Desa Panciro yang sementara nongkrong bersama IM.

Dari hasil interogasi terhadap AR menerangkan bahwa ia melakukan pencurian bersama lel. IM, SD dan FS kemudian personil langsung melakukan penangkapan dirumah masing-masing pelaku di Kampung Parang.

Hasil interogasi terhadap kelima pelaku menjelaskan bahwa barang bukti hasil curian dijual ke tempat jual besi tua diwilayah Bontorea seharga Rp300rb/perkilo, lalu personil menyita bb yang dimaksud dan mengarahkan pemilik usaha besi tua ke Polsek untuk memberikan keterangan.

Pada kamis (22/02/2018) sekitar 04.00 Wita pelaku an. AR dan IM dibawa untuk penunjukan lokasi tempat penyembunyian bb dan tersangka lainnya namun saat berada di Desa Tinggimae Kec. Barombong dua pelaku berinisial IM dan AR melawan petugas dan merampas senjata api milik petugas, selanjutnya petugas melakukan tindakan tegas.

Adapun BB yg berhasil disita :
– Sebilah parang
– Potongan kulit kabel
– 3 Buah sadel kabel
– 2 Buah kunci pas
– 1 Karung gulungan kabel tembaga

Riwayat TKP dan Identitas pelaku yang berhasil diamankan sbb :

1. Lel. AR (20th) warga Desa Panciro Kec. Bajeng, terlibat kasus curas dan residivis.
2. Lel. AB (18th) warga Desa Panciro Kec. Bajeng, terlibat kasus pencurian kabel.
3. Lel. FS (21th) warga Desa Panciro Kec. Bajeng, terlibar kasus pencurian kabel.
4. Lel. SD (34th) warga Desa Panciro Kec. Bajeng, terlibat kasus pencurian kabel.
5. Lel. IM (19th) warga Desa Panciro Kec. Bajeng, melakukan 8 kejahatan curas dan 2 curat (rumah kosong). (Humas Polres Gowa)

Dari maraknya kasus pencurian perlu kita ketahui bahwa seorang melakukan pencurian bukan karena tidak ada faktor atau alasan untuk melakukan perbuatan tersebut. Seorang pencuri dalam melakukan aksinya pun memiliki alasan kenapa dia harus mencuri. Alasan-alasan itu di antaranya adalah :

a.Adanya niat

Jika niat sudah kuat, apa pun bisa dilakukan, kesempatan bisa diciptakan karena memang sudah ada niat kuat untuk melakukan pencurian tersebut. Karena niat memiliki peran peting dalah melakukan tindakan, tidak terkecuali dalam pencurian, jika miat sudah bulat maka rintangan apapun akan tetap dihadapi jika sudah datang waktu yang telah direncanakan.

b.Adanya kesempatan

Hal ini sesungguhnya kurang mendasar dalam hal alasan orang melakukan pencurian, namun hal ini bisa menjadi alsan kenapa oaring melakukan pencurian. Seseorang terkadang tiada niatan pada awalnya untuk mencuri, namun seiring adanya peluang atau kesempata maka niatan untuk mencuri dapat timbul seketika tanpa ada niatan yang terencana sebelumnya.

c.Faktor ekonomi

Hal ini merupakn alasan yang cukup mendasar kenapa orang melakukan pencurian, para pencuri melakukan pencurian biasanya dengan dalih untuk mencari penghasilan untuk menyambung hidup mereka.

d.Kurangnya iman

Pada dasarnya ini adalah alasan yang paling mendasar dari pencurian. Seorang pencuri tidak mungkin memiliki aqidah dan keimanan yang kuat kepada Allah sebagai zat yang mengatur kehidupan di dunia ini. Orang yang aqidah dan keimanan yang kuat sudah pasti ia tidak akan melakukan pencurian walaupun ada kesempatan dan ekonomi yang tidak stabil, bahkan niatan untuk mencuri pun tidak ada dalam benaknya.

Guna meminimlisir terjadinya aksi pencurian tersebut, berbagai upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat antara lain yaitu : (1) Pasang kamera CCTV, (2) Rawat rumah dengan baik, (3) Ada hewan peliharaan, dan memasang tulisan di pagar rumah, “Awas Anjing Galak”, (4) Pastikan rumah selalu dalam kondisi tertutup/terkunci, (5) Pastikan kalender di rumah selalu ‘bersih’, jangan mencoret-coret dengan memberi tanda waktu liburan, waktu bepergian dan lainnya, (6) Simpan koper di tempat tersembunyi, (7) Hafal kondisi terakhir rumah/kantor, (8) jika berhadapan langsung dengan pencuri jangan menyerang!

Perlu diketahui, bahwa jika berhadapan langsung dengan pencuri jangan menyerang! Karena pelaku sudah lebih dulu siaga mempersiapkan serangan balik jika kepergok korbannya, termasuk menyembunyikan senjata di balik pakaiannya.

Tak sedikit jatuh korban nyawa akibat bergulat dengan pencuri. Jika Anda berhadapan langsung dengan si pencuri, segera pecahkan jendela rumah untuk menarik perhatian tetangga atau petugas siskamling. Anda juga bisa melarikan diri lewat jendela dan mengunci pagar rumah agar pencuri tidak bisa kabur.

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password