Police Care, Wakapolres Bulukumba Ikut Gotong Keranda Mayat ke Kuburan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Menjadi contoh yang baik dan Teladan bagi anggota Polri yang mana ditunjukkan oleh Waka polres Bulukumba Kompol Syarifuddin rela memikul  jenazah almarhuma an. Puang hatijah Warga Desa padang, Kecamatan Gantarang hingga ke tempat pemakaman, Kamis  Pukul 16.00 wita (22/2/18).

Sikap yang ditunjukkannya ini, bukanlah untuk pencitraan atau mencari ketenaran, tetapi benar-benar bentuk keprihatinan dan berduka cita atas meninggalnya warga tersebut.

“Sebagai pemimpin, saya juga harus memberikan contoh yang baik Tidak hanya bicara, tetapi harus melakukan sendiri, Bukan hanya saat ini dalam segala hal saya selalu bertindak dan melakukan saat memberikan contoh, tidak hanya bicara saja,” ujarnya.

Kapolres Bulukumba AKBP M Anggi Naulifar Siregar mengungkapkan bahwa kegiatan  ini adalah merupakan kesekian kalinya dilakukan di Wilayah Polres Bulukumba yang mana diawali oleh saya sendiri pada saat itu salah satu warga bulukumba ada yang meninggal dunia dan pada saat itu saya bersama Dandim 1411 Bulukumba sampai mengusung Jenazah keliang lahat.

“Dan kali inipun dilakukan oleh Waka Polres  Bulukumba yang mana bisa membantu saya dalam memperlihatkan Hal-hal yang baik dimata masyarakat dan terkhusus kepada anggota personel Polres Bulukumba lainnya,Tidak hanya bicara tetapi berani melakukan terlebih dahulu,dan saya berharap semoga kedepannya anggota yang lainnya bisa juga mengikuti seperti halnya yang sudah kami perbuat,” ujarnya. (Humas Polres Bulukumba)

Kepedulian yang diperlihatkan oleh Wakapolres Bulukumba merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas.

Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi. Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warga negara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password