Masuk Sekolah, Bripka Rahmat Kurniawan Perkenalkan Program Pemuda Cinta Al Quran

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Personel Satuan Binmas Polres Bulukumba Bripka Rahmat Kurniawan melaksanakan Penyuluhan Kamtibmas Program “PINTAR”Pemuda Cinta Al Qur’an sekaligus memberikan Himbauan di Mesjid Sekolah SMUN 1 Bulukumba, Jumat (23/02/18).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah dan Siswa Siswi Sekolah SMUN 1 Bulukumba sebanyak 100 orang.

Pada kesempatan ini Bripka Rahmat Kurniawan memberikan Penyuluhan tentang Program “PINTAR”Pemuda Cinta Al Qur’an ini bertujuan agar siswa siswi dapat kembali memperlancar cara membaca Alquran, selain itu sosialisasi ini juga mengupas tentang Kenakalan Remaja, Penyalahgunaan Narkoba serta tertib berlalu lintas.

Bripka Rahmat Kurniawan ditengah para Siswa Siswi SMUN 1 Bulukumba menghimbau untuk tidak melakukan hal – hal yang dapat merugikan diri pribadi maupun keluarga yang nantinya berdampak kepada masa depan yang suram.

Dalam sambutannya Wakil Kepala Sekolah SMUN 1 Bulukumba memberikan apresiasi atas perhatian Polri khususnya Polres Builukumba kepada pembinaan pemuda.”Giat ini sangat membantu kami dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan menjadi generasi muda yang jauh dari pelanggaran hukum seperti kenakalan remaja, narkoba, balapan liar,” tutur Wakil kepala Sekolah MAN 1 Bulukumba (Humas Polres Bulukumba)

Apa yang dilakukan Bripka Rahmat Kurniawan yang meluangkan waktunya untuk mengajar anak-anak mempunyai keutamaan besar, bagaimanakah keutamaan mengajarkan ilmu? Berikut beberapa keutamaannya yang disalin dari rumaysho.com.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshariradhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia. Berarti kebaikan yang dimaksudkan bukan hanya termasuk pada kebaikan agama saja.

Termasuk dalam memberikan kebaikan di sini adalah dengan memberikan wejangan, nasehat, menulis buku dalam ilmu yang bermanfaat.

Hadits di atas semakna dengan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

Bentuk pengajaran ilmu yang bisa diberikan ada dua macam:

  • Dengan lisan seperti mengajarkan, memberi nasehat dan memberikan fatwa.
  • Dengan perbuatan atau tingkah laku yaitu dengan menjadi qudwah hasanah, memberi contoh kebaikan.

Khusus dakwah dengan qudwah hasanah, yaitu langsung memberikan teladan, maka jika ada orang yang mengikuti suatu amalan atau meninggalkan suatu amalan karena mencontoh kita, itu sama saja dengan bentuk dakwah pada mereka. Hal ini termasuk pada ayat,

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran: 110).

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

  • Ia akan mendapatkan pahala semisal pahala orang yang ia ajarkan.
  • Orang yang mengajarkan ilmu berarti telah melakukan amar ma’ruf nahi munkar, demi baiknya tatanan masyarakat lewat saling menasehati.
  • Termasuk bentuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
  • Akan membimbing dan mewujudkan kehidupan bahagia pada tiap individu masyarakat dengan adanya adab dan hukum Islam yang tersebar.

Intinya, ajarkanlah ilmu yang dimiliki walau satu ayat. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari no. 3461).

Yang dimaksud dengan hadits ini adalah sampaikan kalimat yang bermanfaat, bisa jadi dari ayat Al Qur’an atau hadits (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 360).

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password