Polres Banjarnegara Tetapkan Dua Tersangka Penyebar Ujaran Kebencian

DSC06571

Tribratanews.polri.go.id – Polres Banjarnegara berhasil menetapkan dua tersangka penyebaran ujaran kebencian.

A (54), seorang PNS dan S (36) tenaga honorer yang keduanya berasal dari Banjarnegara ditetapkan sebagai tersangka karena ulahnya dalam menyebarkan video pada grup Whatsapp “Kartuna Smarkid”.

Dalam video tersebut berisi tentang salah satu partai politik & PKI siap membantai umat Islam.

“Kasus ini berawal dari adanya laporan Ketua DPRD Banjarnegara ke Polres Banjarnegara dimana dalam grup Whatsapp Smarkid terdapat adanya seseorang yang menyebarkan video yang berjudul salah satu partai Politik dan PKI siap membantai umat Islam,” ucap Kapolres Banjarnegara, AKBP Nona Pricillia Ohei, SIK, SH, MH.

Hal tersebut kemudian ditindak lanjuti oleh Satreskrim Polres Banjarnegara yang dipimpin AKP David Widya Dwi Hapsoro, SH, SIK dengan melibatkan hasil penyelidikan, bukti, keterangan saksi dan ahli yang diantaranya yaitu ahli Bahasa, ahli pidana dan ahli ITE.

“Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa A yang menyebarkan video tersebut ke dalam grup Whatsapp “Kartuna Semampir”. A mendapatkan video tersebut dari S yang sebelumnya dikirimkan S ke grup Whatsapp keluarga.,” jelas Kapolres.

Kapolres Banjarnegara menjelaskan bahwa empat telepon genggam yang digunakan tersangka dilakukan penyitaan untuk kepentingan penyidikan. Sementara itu kedua tersangka tidak dilakukan penahanan.

“Keduanya tidak dilakukan penahanan tetapi proses penyidikan terus berlangsung hingga perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum kemudian kita limpahkan,” ucap Kapolres.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan acaman hukuman 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Lebih lanjut Kapolres Banjarnegara mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Hati-hati dalam menggunakan media sosial untuk menshare (menyebarkan) informasi. Jangan serta merta menyebarkannya tanpa tahu kebenarannya. Karena dapat berakibat hukum,” pungkasnya.

Penulis : Asri

Editor : Alfian

Publish : Asri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password