Polisi dan Management PT. Freeport adakan Pertemuan Bahas Kasus Penembakan Warga di Korgodog

Tribratanews.polri.go.id Polres Mimika – Bertempat di Resto 66 Jalan Cendrawasih telah berlangsung pertemuan antara pihak aparat keamanan dan pihak PT Freeport Indonesia dalam menyikapi perkembangan situasi pasca kasus yang terjadi di ampung Amapare Pulau Karaka Distrik Mimika Timur Jauh, Rabu (21/02) malam.

Hadir dalam pertemuan adalah Waka Polres Mimika Kompol Arnolis Korowa,  Kasat Reskrim AKP RUDI PRIYO, Kapolsek Mimika Timur Iptu J. Limbong, SH, Kasat Polair Iptu Barnabas, perwakilan TNI AL Mayor Roli, SONI PRASETYO (Executive Vice President (EVP)) PT. FI,  PIHAK SRM PT.FI dan Peserta sebanyak 22 orang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian EVP PT.FI Bpk. Sony Prasetyo yang intinya bahwa menyikapi perkembangan situasi pasca kejadian di kampung Amapare pulau Karaka guna menentukan langkah yang harus dilakukan atas tuntutan pihak keluarga Korban khususnya menyangkut masa waktu tuntutan tersebut. Peran serta pihak aparat keamanan dalam pemanfaatan situasi dengan mencari celah untuk lakukan penggalangan dan menyaring aspirasi masyarakat untuk menggali potensi – potensi kerawanan yang akan timbul.

Adanya kolaborasi dan koordinasi pihak aparat keamanan dan pihak fungsionaris PT.FI (SLD, CLO & SRM) dalam menyelami permasalahan yang terjadi. Kurang responsif pihak Pemda Mimika dalam menyikapi konflik sosial yang ada sesuai tupoksinya sehingga hal – hal yang mengarah pada tindakan anarkisme selalu terjadi. Sistem keamanan di wilayah area porsite sangat berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya sehingga perlu adanya evaluasi yang mendalam guna antisipasi hal – hal yang mengarah pada terjadinya gangguan keamanan. Penebalan pihak aparat keamanan khususnya pihak TNI yang memiliki teritorial dalam menyikapi perkembangan situasi yang terjadi.

Sementara itu, Penyampaian Wakapolres Mimika yang intinya bahwa menjelaskan kondisi dan karakteristik terkait area kampung Amapare pulau Karaka yang selayaknya wilayah tersebut tidak layak huni bagi masyarakat. Kejadian yang terjadi merupakan kelalaian pihak aparat keamanan khususnya Satgas yang seharusnya terlibat dalam pengamanan area tetsebut adalah satgas Pamwil. Perlunya perubahan sistem pengamanan guna menghindari hal-hal yang terjadi khususnya dari pihak organik dengan melakukan penebalan personil. Pengoptimalisasian Bhabinkamtibmas dan Babinsa guna menggali potensi – potensi dari masyarakat agar konflik sosial dapat diminimalisir.

Kasat Reskrim Polres Mimika menyampaikan, sistem pengamanan tetap seperti semula namun apabila terjadi hal-hal yang mengarah pada tindak pidana agar segera dikoordinasikan dan dikomunikasikan kepada pihak Reskrim Polres Mimika agar segera ditindaklanjuti dengan tidak menghilangkan barang bukti khususnya hasil rekaman CCTV.

Menanggapi hal itu Kapolsek Mimika Timur menyampaikan, dalam menyikapi perkembangan situasi yang terjadi perlunya melihat karakteristik masyarakat yang mana yang berada di lokasi bukan murni dari masyarakat pulau Karaka melainkan dari wilayah luar namun mereka merupakan satu ikatan keluarga. Perlunya adanya bahan kontak guna melakukan pendekatan dan penggalangan kepada masyarakat yang berada di wilayah Kampung karaka. Keterbatasan sarana kontak dan transportasi sehingga perlunya adanya bantuan dari PT Freeport Indonesia dalam menyikapi perkembangan situasi yang ada.

Sementara itu, tanggapan Kasat Polairud Polres Mimika yang intinya mempertanyakan langkah-langkah kedepan khususnya untuk besok pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2018 dalam menyikapi perkembangan situasi yang terjadi khususnya di wilayah Cargodock dan Porsite.

Di lain sisi, EVP PT.FI menyampaikan, tetap akan dilakukan pemantauan dan monitoring aktivitas masyarakat dengan melibatkan personil Satgas yang ada guna antisipasi gejolak yang muncul di masyarakat mengingat masa tenggang waktu permintaan tuntutan tiba waktunya.

Kesimpulan dalam pertemuan intinya pola pengamanan dengan melibatkan unsur wilayah khususnya yang mempunyai teritorial dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas dan Babinsa guna menggali potensi – potensi karakteristik masyarakat dalam antisipasi gejolak yang muncul dan mengarah pada terjadinya tindakan anarkis dari masyarakat.

Pemenuhan sarana kontak dan transportasi guna menjangkau lokasi atau sasaran.  Koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pihak aparat keamanan dalam menyikapi suatu permasalahan yang terjadi khususnya menyangkut tindak pidana agar mudah untuk segera ditindaklanjuti. Adanya Tim 5 yang saat ini melakukan penggalangan dan pendekatan kepada masyarakat khususnya menyikapi dengan tuntutan yang ada agar dapat diundur hingga hari Selasa atau Rabu minggu depan.

Penulia: Lusyad

Editor: Alfian Nur

Publisher: Rei

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password