Jatanras Polrestabes Makassar Ringkus Empat Pelaku Curanmor, Dua Ditembak karena Lawan Petugas

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Jatanras Polrestabes Makassar berhasil meringkus 4 pemuda pelaku curanmor, dua diantaranya terpaksa diberi  timah panas lantaran berusaha melawan dan melarikan diri dari petugas.

Keempat pelaku berinisial AF (22) mekanik motor, JD (24) mekanik motor, AM (16) pelajar dan AI (17) warga Jl. Pacerakkang, keempatnya diringkus unit Jatanras Polrestabes Makassar dipimpin langsung oleh Kasubnit 2 Ipda Arif MB, Selasa (20/2/18).

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol La Ode Idris mengatakan, berawal anggota menangkap AF dan JD di Jl. A. Pettarani Makassar. Kedua tersangka sempat berusaha melarikan diri dengan masuk ke dalam selokan.

“Kedua tersangka mengakui kerap beraksi bersama dua orang temannya yakni AI dan AM, keduanya merupakan saudara kakak beradik diamankan di rumahnya Jl. Pacerakkang Makassar”, ungkapnya.

Pada saat polisi lakukan pengembangan mencari barang bukti, AI dan JD melakukan upaya melarikan diri dengan cara mendorong petugas. Petugas melepaskan tembakan peringatan sebanyak 3 kali namun tidak dihiraukan sehingga terpaksa melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan tersangka dengan menembak bagian kaki dan dilarikan ke RS untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain mengamankan keempat tersangka, petugas juga mengamankan dua barang bukti sepeda motor yakni motor yamaha Mio sporty warna putih dan motor Honda cbr warna hitam.

Tersangka diamankan di Polrestabes Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.

Pengakuan tersangka di hadapan petugas melakukan aksinya lebih dari 10 kali sejak bulan Januari hingga Febuari 2018 adapun lokasi sebagai berikut:

  1. Pada bulan Januari 2018 di Jalan Kima Rusun Kima 8 pada malam hari pelaku berkelompok mengambil motor Mio sporty Warna Putih dengan menggunakan kunci T bersam lelaki JD.
  2. Pada bulan Januari Januari 2018 di Jl Kima Rusun Kima 8 pada malam hari pelaku kembali mengambil Motor Mio Sporty warna merah dengan menggunakan kunci T.
  3. Pada hari 19 Febuari 2018 di Jl. Biring Romang pondakan melati sekitar pukul 04:00 Wita dini hari pelaku berkelompok mengambil Mio Sporty warna putih dengan menggunakan kunci T.
  4. Pada bulan Januari 2018 di Jl. Pacerakkang dekat kuburan mengambil motor Mio Sporty Warna Putih malam hari menggunakan kunci T.
  5. Pada bulan Febuari 2018 di Jl.Berua Raya dekat kost pada malam hari mengambil motor Mio J warna putih merah dengan menggunakan kunci T.
  6. Pada Bulan Febuari 2018 di Jl. Bps Sudiang dekat warung kopi pada malam hari mengambil motor Mio sporty Merah menggunakn kunci T.
  7. Pada bulan Febuari 2018 Di Jl.Bps Sudiang di sekitaran warkop dekat masjid pada malam hari menggunakan kunci T.
  8. Pada Bulan Febuari 2018 di Jl.Telkomas samping SMP 35 Makassar mengambil motor Mio sporty warna merah pada malam hari menggunanakan Kunci T.
  9. Pada bulan Febuari 2018 di Jl.Telkomas samping SMP 35 Makassar mengambil Motor Mio sporty hitam pada siang hari menggunakan Kunci T.
  10. Pada Bulan Febuari 2018 di Jl. Mappaodang mengambil motor yamaha Mio M3 warna merah hitam menggunakan kunci T.
  11. Pada bulan Febuari 2018 di Jl. BTP Blok AD dekat mesjid mengambil motor Mio sporty warna putih menggunakan kunci T.
  12. Pada bulan Febuari 2018 di Jl.Lanraki depan Ukip mengambil motor Mio sporty warna putih menggunakan kunci T.
  13. Pada bulan Febuari 2018 di Jl.Hartako daya blok 2 mengambil muo sporty warna merah menggunakan kunci T.
  14. Pada bulan Januari 2018 di Btp blok G mengambil motor Mio sporty warna merah menggunakan kunci T.
  15. Pada bulan 18 febuari di Jl. Pacerakkang di depan departemen agama mengambil motor Mio J warna Putih dengan menggunakan kunci T.
  16. Pada januari 2018 di Jl. Permata Sudiang Raya mengambil motor Mio J warna putih menggunakan kunci T.
  17. Pada bulan febuari 2018 di Racing dekat jembatan mengambil motor Mio Sporty Warna Hijau menggunakan kunci T.
  18. Pada 13 Oktober 2016 mengambil motor Kawasaki KLX menggunakan Kunci T.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan terhadap penadah sepeda motor hasil curian. (Humas Polrestabes Makassar)

Ulah pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) semakin merajalela, seperti yang dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat. Bukan hanya ditempat sepi, para pelaku curanmor pun juga tak berpikir panjang berulah di lokasi yang penuh keramaian.

Bahkan, aksi pencurian kendaraan bermotor makin terbilang nekat melakukan aksi kejahatannya, meskipun di lokasi yang ramai, juga banyak terjadi seperti di areal parkiran. Pelaku berulah dengan cepat, sehingga sulit terlacak oleh pemilik kendaraan. Peralatan mencuri kendaraan bermotor pun semakin canggih.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai kekayaan motor kita. Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas. Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Untuk itu, kita semua berkewajiban mengeliminasi kasus-kasus pencurian sepeda motor. Tugas terdepan memang ada di pundak aparat kepolisian selaku penjaga keamanan masyarakat. Kita khawatir jika setiap hari masyarakat disuguhi kasus-kasus atau kejadian pencurian sepeda motor maka akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat akan minimnya rasa aman. Atau setidaknya masyarakat akan berkurang rasa percayanya kepada kinerja aparat kepolisian.

Untuk itu, salah satu cara lain untuk menekan maraknya aksi pencurian sepeda motor ini adalah dengan melakukan tindakan keras dan tegas kepada pencuri sepeda motor itu. Sehingga akan meningkatkan rasa aman di mata masyarakat, utamanya bagi pemilik kendaraan sepeda motor.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password