Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Soppeng Kompak Besuk Sudirman Penderita Penyakit Hidrocefalus

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Setelah bocah Labeddu, satu lagi warga miskin penderita penyakit hidrocefalus dibesuk bhabinkamtibmas dan babinsa, Selasa (20/2/18).

Sudirman pria yang berusia 32 tahun ini hanya bisa terbaring lemas dengan kondisi kepala dan separuh badan membengkak akibat penyakit hidrocefalus yang diderita.

Bhabinkamtibmas Aiptu Raja Muda bersama Babinsa Kelurahan Kaca akhirnya mengajak aparat Kelurahan berkunjung ke kediaman Sudirman yang berlokasi di Kampung Palla Kelurahan Kaca Kec. Marioriawa Soppeng.

Aiptu Raja muda mengungkapkan kunjungan bersama aparat kelurahan ini untuk memastikan kondisi Sudirman yang selanjutnya akan diberikan santunan untuk biaya berobat.

Bhabinkamtibmas juga mengajak semua pihak untuk bersama sama membantu keluarga Sudirman, “Silahkan bagi saudara, teman-teman yang ingin membantu meringankan beban saudara kita bisa berkunjung ke kediaman Sudirman, untuk melihat langsung kondisinya,” ungkapnya. (Humas Polres Soppeng)

Kepedulian yang diperlihatkan Bhabinkamtibmas Aiptu Raja Muda patut dicontoh sebab ada banyak orang yang tak peduli dengan kesulitan orang lain, apalagi jika orang yang tertimpa kesusahan tersebut merupakan orang tak dikenal.

Sayangnya ajaran Islam tak menghendaki umatnya bersikap abai terhadap kesulitan orang lain, bahkan salah satu cabang iman paling rendah adalah menyingkirkan rintangan di jalan. Bukankah hal ini membuktikan ajaran Islam meminta kita untuk peduli pada orang lain sekalipun yang tidak kita kenal?

Jika kita memperlihatkan kepedulian pada saudara-saudara yang tertimpa kesulitan sekalipun kita tak mengenali mereka sebagai keluarga kandung, namun penting untuk merasakan kepedulian atas musibah yang menimpa mereka.

Tidak hanya itu mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.

Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Rasulullah shallallahu alahi wassallam bersabda:

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).

Atau doa:

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password