Tak Canggung, Iptu Abd. Muis Mandikan Hingga Gotong Jenazah Warga ke Kuburan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel Kanit Sabhara Polsek Panakkukang Polrestabes Makassar Iptu Abd. Muis melayat kerumah salah satu warga Kelurahan Makassar Jalan Maccini Sawah almarhum Bpk. Pallemai (70) yang meninggal karena sakit, Senin, (19/2/18).

Usai memandikan jenazah, Iptu Abd. Muis pun bersama – sama dengan warga lain mengkafani dan menggotong jenazah. Tak ada rasa canggung, tak ada sok merasa bahwa dirinya Polisi, yang ada inilah sisi lain Polri yakni sisi kemanusiaan, kepedulian Polri kepada masyarakat yang ditunjukkan olehnya.

“Rasa canggung dan sok tidak ada dalam kamus kami Polri, ini hanya contoh kecil bahwa sisi kemanusiaan dan kepedulian Polri kepada masyarakat sangatlah besar. Kami harap masyarakat semakin bangga serta mencintai Polisi”, ujar Kanit Sabhara saat ditemui di TPU. Selasa (20/2/18).

Keluarga almarhum terima kasih kepada Kanit Sabhara Polsek Panakkukang atas kehadirannya disela kesibukannya sebagai bentuk empati kepada almarhum.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, SIK menerangkan bahwa sambang duka yang dilakukan personel Polsek Panakkukang merupakan salah satu program Polisi yang bertujuan agar kehadiran polisi ditengah tengah masyarakat lebih dirasakan,tidak hanya pada saat masyarakat bergembira tetapi saat warga mengalami musibah kehadiran polisi juga sangat dirasakan, tambahnya. (Humas Polrestabes Makassar)

Kepedulian yang diperlihatkan oleh Kanit Sabhara Polsek Panakkukang merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas.

Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi. Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warga negara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password