Berantas Peredaran Narkoba, Polres Bulukumba Tangkap Kurir dan Pengedar Sabu

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim opsnal  Satres Narkoba Polres Bulukumba dipimpin Akp Rujiyanto Dwi Poernomo berhasil menangkap terduga pelaku penyalahgunaan narkoba di Dusun Bicari, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Senin (19/02/18) sekira pukul 23.00  Wita.

Saat operasi penangkapan petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 1 (satu) sachet kecil yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis shabu.

Kedua pelaku yang ditangkap bernama Andi Ridwan Alamsyah alias Rido (Kurir) dan Rajamuddin alias Raja Tubung-tubung (Pengedar), keduanya tercatat sebagai warga Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Artikel, Berantas Peredaran Narkoba, Polres Bulukumba Tangkap Kurir dan Pengedar Sabu

Tim opsnal  Satres Narkoba Polres Bulukumba pertama meringkus kurirnya Rido di Dusun Bicari, Desa Palambarae dengan barang bukti berupa 1 (satu) sachet shabu. Saat interogasi ia mengaku memperoleh barang haram tersebut dari Raja Tubung-tubung dengan harga 200 ribu rupiah.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan serta penggeledahan rumah milik Raja namun tidak ditemukan lagi barang bukti yang ada kaitannya dengan narkotika. Saat diperiksa ia mengaku membeli barang haram yang dijualnya dengan harga Dua juta rupiah dari seorang berinisial AS di Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba.

Dari pengakuannya shabu tersebut sebagian dia jual dan sebagian pula ia gunakan sendiri dirumahnya. Petugas kemudian kembali melakukan pengembangan dan mendatangi rumah AS namun pelaku sudah tidak berada dirumahnya.

Saat ini kedua pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Bulukumba untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (Humas Polres Bulukumba)

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password