Jadi Inspektur Upacara di Sekolah, Bhabinkamtibmas Ini Ingatkan Bahaya Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Upacara wajib setiap hari Senin yang biasa dilakukan oleh siswa-siswi di sekolahan, pada umumnya dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah masing-masing. Namun, ada yang tak biasa pada kegiatan upacara yang digelar Pada hari ini senin tanggal 19 Februari 2018 jam 07.00 wib. Bhabinkamtibmas Desa Lembanna dan desa ara, menjadi Inspektur Upacara (Irup) disekolah SMA Negeri 16 bulukumba yang diikuti oleh Kepala Sekolah, guru dan sejumlah murid.

Dalam Upacara bendera kali ini selaku Inspektur Upacara (Irup) memberikan amanat kepada para peserta Upacara, Dalam amanatnya Bhabinkamtibmas Desa Ara Bripka Sirajuddin menyampaikan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dan Kenakalan remaja, ia menghimbau dan mengingatkan kepada seluruh pelajar agar ikut menjaga Kamtibmas di lingkungan sekolah, banyaknya kenakalan pelajar yang terjadi saat ini dikarenakan para pelajar yang tidak memahami dan mematuhi setiap aturan yang ada di sekolah.

Dalam kesempatan kali ini pula kami berharap adik adik pelajar dapat menjadi penegak Kamtibmas baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat sekelilingnya, sehingga hal ini dapat menekan timbulnya kenakalan remaja yang terjadi di sekolah, disamping itu hal ini dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pelajar dan masyarakat sekitarnya.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengajak para pelajar agar lebih dekat dengan Polri termasuk  para pelajar menerima kehadiran Polisi sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Tujuan lainnya, mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar maupun lingkungan sekolah,” ucap Bripka Sirajuddin. (Humas Polres Bulukumba)

Sosialisasi bahaya narkoba saat Upacara Bendera di Sekolah merupakan salah satu upaya Pre-emtif dan Pre-ventif untuk mencegah peredaran maupun penyalahgunaan narkoba dijajaran Polres Bulukumba.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari Pre-emtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password