Kapolda Sulut: Anggota Polri Jangan Lengah Terhadap Dinamika yang Terjadi di Masyarakat

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Drs. Bambang Waskito memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri dan ASN Polda Sulut atas dedikasi, loyalitas dan semangat kerja dalam melaksanakan tugas–tugas Kepolisian sehingga secara umum situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulawesi Utara sampai dengan saat ini, masih dalam keadaan aman, kondusif dan terkendali.

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin upacara bendera bulanan Polda Sulut di halaman Mapolda Sulut, Senin (19/2/2018), yang diikuti oleh seluruh personil staf Mapolda Sulut

Kapolda juga mengatakan seluruh personil Polri dituntut berperan aktif guna mencegah/mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas, salah satunya melalui kegiatan preventif serta sebagai bentuk representasi hadirnya negara dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Tantangan tugas yang dihadapi Polri saat ini dan masa yang akan datang semakin berat dan kompleks, mengingat jenis kejahatan yang bervariatif serta kejahatan terus berkembang. Keberhasilan tugas yang dicapai saat ini di Polda Sulut tentunya tidak terlepas dari peran anggota  dalam pelaksanakan tugas untuk mengantisipasi setiap gangguan kamtibmas yang akan terjadi,” bebernya.

Pada tahun 2017 yang lalu terjadi penurunan angka gangguan kamtibmas terutama perkelahian antar kampung (tarkam), tawuran anak sekolah, pelaku sajam, miras dan kejahatan lainnya.

Nah untuk tahun 2018 ini, merupakan tahun berlangsungnya pesta demokrasi politik. Katanya, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2018 memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi.

“Hal ini dikarenakan pada saat yang sama akan dilaksanakan pula tahapan pemilu 2019,” ujarnya.

Terdapat 5 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Sulawesi Utara yang akan menggelar pemilu kepala daerah, yaitu Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Sitaro, Kabupaten Talaud, Kabupaten Bolmong Utara dan Kota Kotamobagu.

Menurutnya, Polda Sulut sebagai penanggung jawab keamanan di Provinsi Sulawesi Utara, dituntut untuk tidak lengah terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.

Pihaknya juga sudah melakukan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan sosial yang bersumber dari proses politik maupun sosial kemasyaratakan.

“Salah satu tolak ukur keberhasilan pilkada adalah terciptanya  keamanan dan ketertiban hingga terpilih dan dilantiknya pejabat baru,” kata Kapolda.

Ia juga berharap setiap anggota Polri dapat berperan sebagai water cooler (pendingin suasana) di tengah-tengah masyarakat, guna menetralisir berbagai intervensi, intimidasi dan provokasi  dari pihak-pihak yang hendak memicu terjadinya konflik.

Penulis: Supri
Editor: Alfian
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password