Aparat Polrestabes Makassar Amankan Pelaku Begal dari Amukan Massa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Personil Patko Polrestabes Makassar mengamankan lelaki AZ (24) warga Jalan Sunu Makassar, pelaku begal (Pencurian dengan kekerasan) di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Minggu (18/2/18).

Pelaku diamankan saat Patko Polrestabes Makassar dipimpin Bripka Asnawi sedang melaksanakan Patroli di Wilkum Polrestabes Makassar melintas di Jalan Metro Tanjung Bunga  Kec.Tamalate Kota Makassar mendapati tersangka dihajar warga di pinggir jalan.

Tersangka yang mengalami luka, dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis dan sepeda motor Suzuki Satria FU  warna hijau hitam yang digunakan tersangka diamankan di Polsek Tamalate.

Setelah diintrogasi oleh petugas lelaki AZ mengakui melakukan curas sekitar pukul 18.30 wita bersama dengan temannya lelaki RJ alias Cidu (dpo).

Selain itu lelaki AZ mengakui ada 9 tkp di Kota Makassar melakukan curas diantaranya, sekitat bulan Mei  2017 bersama temannya mengambil tas berisi Hp Samsung Android warna putih di Pelabuhan dan Hp tersebut dijual seharga Rp 400.000 dan sekitar bulan Agustus  2017 mengambil tas berisi dompet, Hp smartfren dan Hp Nokia.

Selanjutnya tersangka bersama barang bukti satu  buah tas warna coklat motif  emas berisi uang tunai Rp.31.500 diamankan di Polsek Tamalate untuk proses lebih lanjut.

Priadi Permadi, Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password