Tangkap Remaja Pelaku Curanmor Dirumah Kos, Polisi Juga Temukan Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, FR (16) pelaku curanmor tidak bisa berkutik saat ditangkap oleh Unit Resmob Polres Bulukumba, Jumat (15/02/18) sekira pukul 23.00 Wita.

PhotoGrid_1518861204764-1024x6

Tersangka FR (16) ditangkap saat berada di rumah kos f3 jalan Pisang Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba. Penangkapan FR (16) berawal ketika Unit Resmob menerima laporan masyarakat, kemudian Unit Resmob yang dipimpin KBO Reskrim Iptu Sabri, SH bersama Kanit Resmob Aiptu Ardiman Yacob langsung menuju kerumah kos F3 dan mengamankan FR (16) dengan barang bukti satu Unit Motor Yamaha Mio Soul .

FR (16) ditangkap berdasarkan laporan salah seorang warga yang kehilangan kendaraannya pada bulan Januari lalu ke Polsek Ujung Bulu dan ciri-ciri yang kendaraan yang hilang sama dengan kendaraan yang dipakai oleh FR (16).

Selain mengamankan barang bukti curanmor Unit Resmob juga mengamankan beberapa bungkus obat daftar G jenis Tramadol.

Kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak pada intinya merupakan produk dari kondisi masyarakatnya dengan segala pergolakan sosial yang ada di dalamnya. Kejahatan anak ini disebut sebagai salah satu penyakit masyarakat atau penyakit sosial. Penyakit sosial atau penyakit masyarakat adalah segala bentuk tingkah laku yang di anggap tidak sesuai, melanggar norma-norma umum, adat-istiadat, hukum formal , atau tidak bisa diintegrasikan dalam pola tingkah laku umum.

Kejahatan dalam segala usia termasuk remaja dan anak-anak dalam dasawarsa lalu, belum menjadi masalah yang terlalu serius untuk dipikirkan, baik oleh pemerintah, ahli kriminologi , penegak hukum, praktisi sosial maupun masyarakat umumnya. Perilaku jahat anak-anak dan remaja merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak yang disebabkan oleh salah satu bentuk pengabaian sosial.

Sehingga mereka itu mengembangkan bentuk tingkah-laku yang menyimpang. Pengaruh sosial dan kultural memainkan peranan yang besar dalam pembentukan atau pengkondisian tingkah-laku kriminal anak-anak dan remaja. Perilaku anak-anak  dan remaja ini menunjukkan tanda-tanda kurang atau tidak adanya konformitas terhadap norma-norma sosial.

Anak-anak dan remaja yang melakukan kejahatan itu pada umumnya kurang memiliki kontrol-diri, atau justru menyalahgunakan kontrol-diri tersebut, dan suka menegakkan standar tingkah-laku sendiri, di samping meremehkan keberadaan orang lain. Kejahatan yang mereka lakukan itu pada umumnya disertai unsur-unsur mental dengan motif-motif subyektif, yaitu untuk mencapai satu objek tertentu dengan disertai kekerasan.

Pada umumnya anak-anak dan remaja tersebut sangat egoistis, dan suka sekali menyalahgunakan dan melebih-lebihkan harga dirinya. Adapun motif yang mendorong mereka melakukan tindak kejahatan itu antara lain adalah :

1.Untuk memuaskan kecenderungan keserakahan.

2.Meningkatkan agresivitas dan dorongan seksual.

3.Salah-asuh dan salah-didik orang tua, sehingga anak tersebut menjadi manja dan lemah   mentalnya.

4.Hasrat untuk berkumpul dengan kawan senasib dan sebaya, dan kesukaan untuk meniru-niru.

5.Kecenderungan pembawaan yang patologis atau abnormal.

6.Konflik batin sendiri, dan kemudian menggunakan mekanisme pelarian diri serta pembelaan diri yang irrasional.

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password