Safari Kamtibmas, Bripka Budiaman Ajak Warga Tidak Terprovokasi Isu Politik

28ec5c56-acdd-4050-8dc4-892082

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bhabinkamtibmas Polsek Lilirilau Bripka Budiaman kembali melaksanakan kegiatan safari Jumat, 16/2/18.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Baburrahman Desa Paroto Kec. Lilirilau Soppeng, dengan memberikan himbauan Pilkada damai usai pelaksanaan sholat Jumat berjamaah.

Himbauan yang disampaikan diantaranya mengajak jamaah masjid serta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh isu provokasi yang berbau politik.

“Saat ini tengah dilaksanakan masa kampanye pemilihan gubernur Sulsel, pilihan boleh berbeda tapi persaudaraan tetap terjaga, hindari politik uang, politik kampanye hitam, ungkap Bhabinkamtibmas.

“Pengurus Masjid Baburrahman juga sepakat untuk tidak menggunakan Masjid sebagai tempat kampanye Politik.”

Masjid adalah tempat ibadah, kami pengurus Masjid Baburrahman Desa Paroto Kec. Lilirilau sepakat agar tidak menggunakan Masjid sebagai tempat Kampanye politik. (Humas Polres Soppeng)

Tidak dipungkiri, dalam praktiknya pelaksanaan Pilkada selalu menimbulkan gejolak, terbukti tidak ada satupun penyelenggaraan Pilkada yang berjalan zonder konflik, yang umumnya berakar dari ketidakpuasan terhadap hasil akhir Pilkada. Sebagaimana diketahui dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice.

Pada konsep ini, perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. Diluar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Munculnya beragam konflik yang menyertai pelaksanaan Pilkada sejatinya ingin menggambarkan bahwa pelaksanaan Pilkada tidak lagi sekedar pertarungan untuk memperebutkan kursi nomor satu di daerah yang diharapkan mampu membawa daerah pada kehidupan yang lebih baik.

Tetapi lebih dari itu adanya sebuah pertarungan antar berbagai kekuatan dengan modal sumber daya yang tidak terbatas, apalagi dengan dibalut oleh satu tujuan “yang penting calonku menang”. Padahal, proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung pada dasarnya bukan sekedar memilih siapa yang akan menjadi pimpinan daerahnya, melainkan lebih dari itu, suatu proses pembelajaran kehidupan berpolitik dan demokrasi yang terwadahi dalam suatu koridor hukum yang benar.

Pengalaman keberhasilan penyelenggaraan Pemilihan Umum Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden yang telah berhasil dan berjalan dengan baik dan diakui oleh dunia internasional, hendaknya dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam rangka pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung oleh rakyat.

Agar penyelenggaraan Pilkada berlangsung dengan sukses, tentu harus dibarengi dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. Disinilah peran penting Polri sebagai pengemban fungsi pemerintahan yang bertugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, untuk bertanggung jawab dalam mengawal pelaksanaan Pilkada agar berjalan dengan damai dan tertib.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password