Antisipasi Tahanan Kabur, Kasat Tahti Polrestabes Makassar Cek Ruang Tahanan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sebagai langkah antisipasi kerawanan tahanan selama di dalam ruang tahanan Mapolsek Ujung Pandang, Personil Satuan Tahti (Tahanan Dan Barang Bukti) Polrestabes Makassar, lakukan Riksa Sel Tahanan yang di pimpin langsung oleh Kasat Tahti Polrestabes Makassar Kombes Pol. Burhanuddin, Kamis (15/02/18).

Tahanan lengkap dengan jumlah 5 orang, (tahanan laki-laki), dan tidak diketemukan barang-barang yang mencurigakan serta barang-barang yang terlarang yang dibawa oleh tahanan, sehubungan dengan pemeriksaan tersebut Kasat Tahti menyebutkan bahwa utamanya pada malam hingga dini hari, merupakan atensi khusus, karena di saat jam-jam rawan malam hingga dini hari dimungkinkan bisa dimanfaatkan tahanan dalam berulah.

“Kegiatan ini untuk memberikan pengawasan kepada para tahanan agar mematuhi peraturan di ruang tahanan serta untuk mengantisipasi tahanan kabur,” ujar Burhanuddin.

“Untuk itu pengecekan akan secara rutin dilakukan baik pada siang hari maupun malam hari, dengan harapan agar aktivitas tahanan selama di dalam sel tahanan dapat selalu terpantau, selain itu sebaiknya personil yang piket jaga tahanan, mengecek secara rutin sel tahanan, tiap 2 jam sekali, serta dipimpin oleh perwira pengendalinya yakni Ka. SPKT nya, saat memeriksa langsung kondisi ruang tahanan. Dengan begitu kekhawatiran akan tahanan yang kabur, sakit maupun barang terlarang masuk ke ruang tahanan kian menipis,” tutup Burhanuddin.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala memaparkan ada dua faktor yang menyebabkan tahanan nekat melarikan diri dari sel.

Pertama ada unsur lalai didalam penjagaan, tidak adanya kerja sama antar petugas untuk berjaga dan yang kedua adalah fasilitas yang buruk.

Dia menambahkan, faktor pertama adalah yang paling berbahaya. Dengan adanya kelalaian dalam bertugas ketika sedang berjaga malam, mampu mencoreng institusi pertahanan negara dalam mengawasi tahanan.

Adrianus juga meminta pihak kepolisian memperbaiki fasilitas tahanan agar tidak lagi kebobolan.

Kasus tahanan kabur menjadi tantangan bagi kepolisian. Kasus seperti ini menjadi persoalan klasik, terutama di polsek-polsek dengan struktur tahanan tidak berstandar. Sarana yang tak memadai lagi-lagi menjadi faktornya.

Hal ini juga disampaikan Kapolri Tito Karnavian tentang pentingnya evaluasi dua faktor itu. Ia mengatakan, evaluasi terkait tahanan kabur mencakup tentang kelayakan gedung yang digunakan untuk rutan dan petugas keamanannya.

Diakuinya, rutan di Indonesia belum semuanya dikatakan laik. Banyak rutan yang memang membutuhkan rehabilitasi karena faktor usia.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password