Polantas Polres Trenggalek Dan Segala Dedikasinya Kala Bertugas

Tribratanews.polri.go.id – Polres Trenggalek, Berbicara soal Polisi tidak hanya soal profesi dan penegakan hukum saja. Polisi memiliki makna yang lebih luas dari sekedar penjaga ketertiban masyarakat. Pada era globalisasi dan perkembangan IT yang demikian pesat, tantangan tugas Polri tidaklah semakin ringan. Ruang publik sangat terbuka lebar untuk mengoreksi maupun mengkritik segala tindak tanduk yang dilakukan Polisi. Oleh sebab itu diperlukan sebuah perubahan mindset, kulturset dan Pola berfikir out of the box yang mengarah pada perbaikan citra dan menumbuhkembangkan sosok atau profil Polri yang lebih humanis, sehingga masyarakat dapat merasakan secara langsung keberadaan Polri.

Untuk mencapai hal tersebut, Polres Trenggalek dibawah kepemimpinan AKBP Donny Adityawarman, S.I.K, M.Si telah membekali personelnya dengan jiwa kepedulian yang tinggi. Kepekaan personel benar-benar dibangun mulai dari diri sendiri, lingkungan kerja dan lingkungan rumah melalui Program “Polisi Peduli Sesama” atau P2S.

Salah satu contoh nyatanya adalah seperti yang dilakukan oleh petugas Satlantas Polres Trenggalek tadi pagi (Sabtu, 21/01). Saat bertugas di Pos 9.0 simpang tiga Widowati, Briptu Wahyudi dan Bripda Ibnu mendapati sebuah kendaraan jenis mini bus warna biru tua yang tiba-tiba mogok di tengah jalan. Tidak diketahui pasti penyebab mobil yang mengangkut penumpang 5 orang itu  mogok, namun yang pasti karena jalur tersebut adalah jalur protokol menuju arah kota sehingga mengarah pada potensi kemacetan dan antrian kendaraan mengular panjang hingga traffic light.

Tak mau berlama-lama, kedua Polantas tersebut segera menghampiri dan mendorong kendaraan mogok itu ke pinggir jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Rencana tadi kami mau ke Ponorogo, ndak tahu tiba-tiba mogok”, ujar salah satu penumpang dengan logat Jawa medoknya.

Setelah berkali-kali mencoba dan mendorong hingga jauh, akhirnya  kendaraan pun bisa dinyalakan. Wajah lega dan berbinar terlihat dari sopir dan penumpang mini bus tersebut.

“Terima kasih pak atas bantuannya”, ujar sang sopir.

Sedangkan dua Polantas meskipun dengan wajah penuh keringat namun terpancar wajah penuh lega.

“Sama-sama pak, senang bisa membantu”, ujar Wahyudi dengan ramah.

Hal tersebut diatas mungkin terdengar klasik dan sepele, namun dibalik itu semua terdapat nilai tak terhingga dari sebuah kepedulian.

“Sudah menjadi tugas kami untuk membantu masyarakat”, tandas Wahyudi.

Penulis : Ady
Editor : Handoko
Publish : Handoko

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password