Kapolres Keerom Pimpin Sosialisasi dan Vaksin Difteri dari Bidang Dokkes Polda Papua

Tribratanews.papua.polri.go.id. Polres Keerom – Kapolres Keerom AKBP Muji Windi Harto, S.I.K., S.H. memimpin sosialisasi dan vaksin penyakit difteri yang dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Papua di Aula Gedung Pramuka Jl. Kelapa, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Keerom. Kamis 15/02/18

Materi sosialisasi yang dibawakan oleh Paur Yankes Subbid Kespol Bid Dokkes Polda Papua Ipda dr. Leonard R.I Philippus beserta Tim yang diikuti oleh Waka Polres Keerom Kompol Ridwan, M.H., Para Kabag, Kasat, Para Perwira Polres Keerom dan Ketua Bhayangkari Cabang Keerom Ny. Siti Windi Harto serta 100 personel dan Bhayangkari Polres Keerom.

Kapolres Keerom yang memimpin berlangsungnya acara sosialisasi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Tim Biddokkes Polda Papua yang  telah hadir di Kabupaten Keerom khususnya dalam rangka melaksanakan Sosialisasi dan Vaksinasi Penyakit Difteri kepada Personil Polres Keerom menurut saya kegiatan ini sangat penting bagi kesehatan kita semua, lebih baik mencegah penyakit dari pada mengobati.

“saya menekankan pada seluruh peserta sosialisasi mari kita semua mengikuti sosialisasi ini dengan serius jika ada yang belum jelas mari kita tanyakan kepada tim bidokkes Polda Papua dan semoga apa yang kita dapatkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita sehingga kita lebih siap karena kita sudah paham penyebab dan langkah – langkah penanganannya” papar Kapolres.

Ipda Leonard menjelaskan bahwa Penyakit Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan ternggorokan, serta terkadang dapat mempengaruhi kulit, penyakit difteri sangat menular dan termasuk serius yang berpotensi mengancam jiwa.

“penyebab penyakit Difteri dan sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai :

  1. Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderitaan bersin atau batuk.
  2. Barang – barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri – bakteri contohnya mainan atau handuk.
  3. Bersentuhan langsung dengan Borok ( ulkus ) akibat difteri kulit pada penderita, “tutur Ipda Dr. Leonard.

Ipda Leonard melanjutkan bahwa gejala Penyakit difteri yaitu :

1.Terbentuknya lapisan tipis  berwarna abu – abu yang menutupi tenggorokan dan amandel

  1. Demam dan menggigil
  2. Sakit tenggorokan dan suara serak
  3. Sulit bernafas atau napas yang cepat
  4. Pembengkakan kelenjar limfa pada leher
  5. Lemas dan lelah.

“langkah – langkah pencecegahan penyakit Difteri adalah dengan Vaksin pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DPT Vaksin ini meliputi Difteri, tetanus dan pertusis dan batuk renjan, ” pungkas Ipda Leonard pada sosialisasi yang dibawakannya.

Penulis : Parlan

Editor.   : Sosra Papua

Publish : Bunaya Darunawa

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password