Brigadir Nur Ali : “Bayi adalah manusia. Dan karena saya manusia, saya wajib merawatnya”.

bf6fdfae-b422-46b0-b74d-a758b911d2e6

“Bayi adalah manusia. Dan karena saya manusia, saya wajib merawatnya”.

Penyataan Brigadir Nur Ali Suwandi ini menggambarkan betap hatinya merasa terketuk, saat mendapati kabar lahirnya bayi yang ditinggal ayahnya.

Berawal dari datangnya seorang perempuan dalam kondisi hamil. Perempuan berusia 34 tahun itu mengaku berasal dari Lampung dan baru di Jogja. Menurut Brigadir Ali, perempuan bernama Wahyu Kurnia itu ditinggal suaminya yang memilih untuk bersama wanita lain.

“Di Yogya ia tinggal luntang-luntung, tak punya apa-apa dan siapa-siapa,” terang Brigadir Ali.

bb091a30-8912-436f-85c8-febc5a0314ccMelihat bahwa bayi yang nantinya lahir tanpa didampingi ayah, dan kondisi sang Ibu yang depresi inilah, Brigadir Ali memutuskan bersedia untuk menerima bayi mungil ini. Proses kelahiran Bayi ini sendiri berlangsung di RS Bhayangkara, dengan dibantu Kabid Dokkes Polda DIY, AKBP dr. HA. Budi Prasetijo, MM., Selasa 13/02/2018. Bayi ini kemudian diberi nama Muhammad Tito Karnavian. Ini karena Brigadir Ali sangat mengidolakan Jenderal Tito Karnavian

“Beliau Kapolri orang baik, saya ingin anak ini tumbuh dan terinspirasi seperti beliau,” ujar Brigadir Ali, sembari menimang Tito kecil, Rabu 14/02/2018.

Nasib yang menimpa Wahyu Kurnia dan bayinya ini, ternyata menjadi inspirasi bagi Brigadir Ali untuk membuat rumah singgah khusus bayi. Brigadir Ali mengaku sangat prihatin dan ingin membuat rumah singgah khusus menampung bayi yang tidak diinginkan lahir, dan ditinggal pergi orang tuanya.

penulis : Rendi
editor : Alfian
publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password