Kurang Dari 24 Jam, Pelaku Pembunuhan di Jalan Sabutung Makassar Diungkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Pembunuhan Aldrin Juniardin alias Ririn (23) warga Jl. Kandea 3 No. 69 Makassar terungkap kurang dari 24 jam setelah korban ditemukan oleh rekannya sekaligus saksi Wiwin (21) Jl. Sabutung baru Makassar, Rabu (14/02/18).

Tim Opsnal Gabungan Reskrim dan Sat Intelkam Polres Pelabuhan Makassar serta berhasil menangkap pelaku berinisial (R) Alias Tison (Pelaku Penikaman) dan (B) Pelaku yang Turut serta mengejar korban, setelah mendapatkan beberapa petunjuk.

“Proses dari kejadian penemuan korban sampai pengungkapan ini tujuh jam saja,” kata Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Aris Bachtiar SH, Sik, MSi.

AKBP Aris mengatakan penangkapan pelaku ini berkat kerja sama Saat tim Opsnal Gabungan Reskrim dan Sat Intelkam serta reskrim Polsek Ujung Tanah dan di backup Resmob Polda. Polisi berhasil mengungkap pelaku setelah mengetahui identitas korban,” jelas Kapolres.

Kapolres menambakan bahwa dari kronologis kejadian Keterangan saksi Wiwin yang membonceng korban bahwa berawal saat dirinya dan korban berboncengan kerumah Sampara di Sengkang batu Kecamatan Tello dengan maksud menanyakan pekerjaan namun saat korban dan saksi keluar dari lorong hendak menuju pulang tiba-tiba diberhentikan oleh sekelompok pemuda namun korban dan saksi tidak berhenti selanjutnya dikejar oleh 2 pengendara sepeda motor masing-masing menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dan Kawasaki KLX warna hijau, saat dalam pengejaran motor korban sempat didekati oleh pelaku yang meminta handphone sambil mengacungkan sebilah parang namun tidak diindahkan.

Kemudian saat melintas dipertigaan Jl. Sabutung baru, Jl. Galangan kapal Makassar korban dan saksi terjatuh akibat jalanan rusak, selanjutnya korban dan saksi berlarian meninggalkan motor yang dikendarainya hingga saksi dan korban terpisah dimana saksi menyelamatkan diri dengan berlari mengarah ke Jl. Galangan kapal sedangkan korban menyelamatkan diri ke arah Jl. Sabutung baru Makassar dan berselang sekitar 15 menit saksi melihat orang membangunkan motor yang dikendarainya hingga saksi menuju motornya selanjutnya mencari korban dan menemukan di Jl. Sabutung baru dalam keadaan posisi duduk menghadap ke got dan melihat luka tusukan/tikaman benda tajam pada bagian belakang/ punggung.

Melihat hal tersebut saksi mengangkat dan mencoba mengajak berbicara namun korban tidak mengeluarkan sepatah kata hingga berteriak minta tolong hingga keluar di jalan Raya, selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit Jala Ammari Jl. Satando makassar namun nyawa korban tidak terselamatkan dan meninggal dunia.

Selanjutnya Polres Pelabuhan Makassar masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lain serta untuk menghindari aksi balas dendam, Polres Pelabuhan Makassar  mendatangi rumah korban dan memberi pemahaman pada keluarga Korban agar percayakan ke pihak Kepolisian untuk menanganinya. (Humas Polres Pelabuhan Makassar)

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif , pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password