Deklarasi Jogja Damai, Menolak Kekerasan

0dcf6c0e-217b-43b1-b4a6-791c21366884

tribratanews.polri.go.id -PoldaDIY, Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. menghadiri penandatanganan “Deklarasi Jogja Damai Menolak Kekerasan, Intoleransi, dan Radikalisme”, Rabu 14/04/2018.

Acara yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kompleks Pemda DIY ini merupakan respon tegas dari Pemerintah, DPRD, Kepolisian dan TNI mensikapi terjadinya aksi kekerasan yang terjadi berlatar belakang SARA.

Hadir dalam deklarasi tersebut Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Pakualam X, Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., serta Forkompimda DIY.

Penandatanganan Deklarasi “Jogja Damai” sebagai wujud penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, intoleransi dan radikalisme yang memuat lima tekad dan menjadi konsensus bersama.

Deklarasi ini sendiri ditandatangani oleh Gubernur DIY, Ketua DPRD H. Yoeke Indra Agung Laksana, SE., Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., Kabinda Brigjen Pol Drs. Anang Iskandar, Danrem 072/Pamungkas Kolonol Kav. Muhammad Zamroni, S.IP., Kajati Sri Harijati P., SH., MM., Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM., dan Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Arya Delano, SE., M.Pd.

Menurut Gubernur DIY, penandatanganan deklarasi ini seperti repetisi sejarah ketika ditandatanganinya Kesepakatan Bersama menjelang Pemilu tahun 2014, yang bahkan juga sudah diikuti dengan Pedoman Kerja.

“Seperti halnya tahun 2014 itu, saya juga berharap, agar Deklarasi ini tidak sebatas dokumen mati, tetapi benar-benar diikuti tindakan nyata yang terintegrasi, agar ada ketegasan dalam merawat kedamaian masyarakat DIY,” harapnya saat menyampaikan sambutan.

Lanjut Gubernur DIY menyampaikan Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa pada 8-10 Februari 2018 lalu, telah merumuskan pandangan dan sikap umat beragama tentang etika kerukunan antarumat beragama. Dimana ‘Setiap pemeluk agama berkomitmen, bahwa kerukunan antarumat beragama tidak menghalangi penyiaran agama, dan penyiaran agama pun harus tidak mengganggu kerukunan antarumat beragama’.

“Rumusan itu menegaskan, bahwa setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama, dan tidak mencampuri wilayah doktrin/akidah/keyakinan dan praktek peribadatan agama lain,” lanjutnya.

Atas peristiwa yang terjadi di gereja Ludwina Yogyakarta yang mencederai rasa kemanusiaan, Gubernur DIY dengan tegas mengutuk keras terhadap tindak kekerasan yang teramat brutal. Gubernur DIY mempercayakan kepada aparat Polri agar segera dapat mengungkap motif dan latar belakang tindakan pelakunya.

“Hentikanlah persekusi, dan waspadailah politik adu domba antarumat beragama,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur DIY mengajak segenap warga masyarakat Yogyakarta untuk membangun dan memperkokoh sebuah rumah besar bersama, tanpa membedakan suka, agama, ras maupun antar golongan tanpa kecuali.

penulis : Jay
editor : Alfian
publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password