Kapolres Minta Masyarakat Jangan Berspekulasi

Kapolres Minta Masyarakat Jangan Berspekulasi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng – Polres Sigi – Konflik yang kembali terjadi di perbatasan Desa Binangga dengan Desa Boya Baliase dan Desa Baliase Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, Minggu (11/2/2018) malam hingga Senin (12/2/2018) memakan korban jiwa, dimana korban berinisial AA (22) warga Desa Boya Baliase tewas.

Kapolres Sigi, AKBP Agung Kurniawan SIK menjelaskan Pada Sat rapat Pertemuan bahwa penyebab tewasnya korban masih dalam tahap penyelidikan. Sehingga ia meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab tewasnya AA. Ia pun berharap masyarakat tidak melakukan provokasi dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

“Ada beberapa versi yang berkembang di masyarakat tentang kronologi tewasnya korban. Tapi itu semua belum didasari dengan bukti yang kuat. Jadi kami mohon masyarakat dapat memberi kami waktu untuk melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres AKBP Agung.

Selain itu, pihaknya pun sangat berhati-hati dalam menyikapi setiap laporan dan informasi, karena hukum memiliki koridor yang jelas. Pihaknya pun tidak dapat serta merta menahan orang jika tanpa bukti yang cukup dan kuat.

“Saya tegaskan, kami tidak memihak siapapun antara desa satu dengan yang lain. Kami ingin wilayah ini aman. Tapi ketika sudah seperti ini, kami pun tidak bisa langsung memutuskan sesuatu atas dasar hukum, karena koridornya harus terpenuhi yakni fakta dan saksi-saksi. Sementara banyak saksi yang takut berbicara karena khawatir diintimidasi dan lain-lain. Beri kami waktu untuk menyelidikinya. Serahkan dan percayakan kepada kami,”ujar kapolres di hadapan kepala desa setempat dan warga.

Ia juga meminta masyarakat tidak memberi maupun menerima informasi yang salah dari sumber yang belum jelas. Sementara itu, Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta mengajak masyarakat di desa yang bertikai untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Olehnya, ia mengharapkan kades setempat maupun tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda untuk meredakan konflik ini.

“Mari kita menjaga lisan kita, jangan mempekeruh suasana, tapi mari kita dinginkan situasi ini. Kami ingin wilayah ini kembali aman, maka mari kita bersama memperbaiki situasi ini dengan bahasa yang menyejukkan,” imbau Bupati Irwan kepada para tokoh di tiga desa.

Kapolsek Marawola, Iptu Marthen Tanda menyatakan situasi di perbatasan ketiga desa kembali memanas, dimana intesitas tinggi terjadi Minggu sekira pukul 23.00 Wita hingga Senin pukul 03.00 Wita. Korban pun diketahui meninggal sekira pukul 04.00 Wita pasca dilarikan ke RSU Anutapura Palu.

Sampai saat ini peronil Polres di Beck Up Dit sabhara Polda Sulteng Masih di siagakan guna antiipasi bentrok Susulan akan terjadi.

Penulis      : Tim
Editor        : Alfian Nurnas
Publish      : Abdi Sudrajab

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password