Pilkada Serentak 2018, Polda Bali Gelar Deklarasi dan Penandatanganan Kesepakatan Damai

WhatsApp Image 2018-02-13 at 18.13.18

Tribratanews.polri.go.id –Polda Bali – Dalam rangka menciptakan kondisi yang aman dan damai saat Pilkada serentak tahun 2018, kedua pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, KBS-Ace dan Mantra-Kerta melaksanakan deklarasi dan penandatanganan kesepakatan damai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi, Renon, Denpasar Timur, Selasa (13/2/2018).

WhatsApp Image 2018-02-13 at 18.17.25Acara yang diprakarsai oleh Kepolisian Daerah Bali ini dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Pengadilan Tinggi Bali I Ketut Gede, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Dr. Jaya Kesuma, S.H., M.Hum. dan Ketua MUDP Provinsi Bali Jro Gede Suwena. Selain itu, dari kalangan akademis, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, tokoh adat, pecalang dan tim pemenangan kedua Paslon juga turut hadir dalam acara itu.

Penandatanganan kesepakatan damai kedua Paslon disaksikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Ketut Rudia dan Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.

Adapun enam point deklarasi damai tersebut yaitu pertama, mentaati semua ketentuan hukum dan peraturan poerundang-undangan yang berlaku, menjunjung tinggi dan menerapkan etika berpolitik yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila, agama dan budaya bangsa, mengutamakan kepentingan umum dan menghormati hak-hak asasi manusia. Kedua, masing-masing pasangan siap melaksanakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018 secara jujur, adil, santun dan mertabat.

Ketiga, Siap bekerjasama dengan penyelenggara Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018 untuk tidak mengangkat isu-isu yang berbau SARA. Keempat, bersama Polri dan aparat TNI siap menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif, aman dan damai serta dapat mengendalikan massa pendukungnya masing-masing dan mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparat hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kelima, pasangan calon GUbernur dan Wakil Gubernur Bali dapat menerima hasil pleno dari penyelenggara Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Keenam, siap untuk dipilih dan siap untuk tidak dipilih dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Bali melalui proses pemilihan yang demokratis dan transparan.

Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, deklarasi damai ini bertujuan untuk menyatakan komitmen pasangan calon, parpol pendukung maupun penyelenggara untuk meningkatkan rasa persaudaraan serta berkomitmen untuk mewujudkan Pilkada 2018 yang aman, damai, tertib dan demokratis.

Kapolda mengaku bangga dengan situasi Bali saat ini, karena seluruh elemen penyelenggara maupun peserta Pilkada sangat akrab dan selalu bersinergi untuk menyukseskan Pilgub Bali. “Ini menjadi modal dasar untuk kita semua dan harus dipertahankan sesuai dengan filosofi masyarakat Bali yaitu “Tri Hita Karana” dalam menyukseskan Pilkada tahun ini,” ucapnya.

Jenderal bintang dua di pundak ini menyampaikan, perhelatan politik saat ini sejatinya bukan sekedar untuk memperebutkan kursi nomor satu semata, namun yang diharapkan adalah mampu untuk memimpin rakyat Bali pada kehidupan yang lebih baik.

Kapolda juga mengingatkan kepada masing-masing Paslon, parpol pendukung maupun tim sukses untuk berkampanye dengan baik sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan  tidak mempersoalkan Pancasila, UUD 1945, menggunakan isu SARA bahkan menggunakan tempat ibadah untuk berkampanye. “Jika hal itu dilakukan akan berpotensi menimbulkan kerawanan yang dapat yang dapat mengganggu pelaksanaan Pilkada dan dapat menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan,” ujarnya.

Jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini berharap, masing-masing Paslon untuk bersaing secara sehat, sportif dan mengedepankan sikap ksatria untuk bisa menerima apapun hasil Pilkada nantinya. “Siapapun  yang terpilih nantinya merupakan representasi kemenangan masyarakat Bali, sedangkan yang tidak terpilih bisa ikhlas menerima kekalahan dengan lapang dada demi ajegnya Bali sebagai barometer keamanan dunia,” imbuhnya.

 

Penulis  : I Ketut Bina Wartawan

Editor    : Swanjaya

Publish  : I Putu Suwardhana.M

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password