Kedapatan Bawa Busur, Juru Parkir Sekolah di Makassar Diamankan Polisi

SAJAM

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kedapatan membawa busur dalam area parkiran sekolah, seorang lelaki yang berinisial ‘A’ berurusan dengan pihak berwajib. Ia kedapatan menyimpan busur lengkap dengan pelontarnya, di dalam tas selempang bawaannya.

Awalnya Bhabinkamtibmas Pisang Utara Kec. Ujung Pandang Kota Makassar, Bripka Jonas Bumbungan WTT, menerima laporan dari pihak sekolah, perihal keberadaan Lk. ‘A’ yang sebelumnya nyambi menjadi juru parkir di SD Sudirman Makassar, lantaran perangainya yang tidak disukai oleh beberapa teman sesama juru parkir di SD Sudirman, dan tidak itu saja, menurut keterangan dari beberapa orang tua murid, Lk. ‘A’ selama menjadi juru parkir, arogan dan sangat mengganggu kegiatan disekolah.

Atas laporan tersebut, Bripka Jonas Bumbungan WTT bersama Panit 1 Reskrim Ipda Agustinus Tambing serta Brigpol Asnawi, personil SPKT ‘A’ Polsek Ujung Pandang, lalu mendatangi SD Sudirman dan menemui Lk. ‘A’, selanjutnya kami coba tanyakan kepada Lk. ‘A’, perihal laporan dari pihak sekolah, dimana Lk. ‘A’ menjawabnya dengan mimik wajah yang mencurigakan, sehingga dengan kecurigaan tersebut, kami coba menggeledah tas selempang yang dibawa oleh Lk. ‘A’, dan menemukan Sajam berupa Busur (1 pelontar dan 2 anak busur) selanjutnya Lk. A kami bawa ke Mapolsek Ujung Pandang bersama barang buktinya.

“Ini tindak pidana. Kami bawa barang bukti dan pelaku untuk dilakukan pemeriksaan, apa motifnya, apa jenis busurnya, dan dimana buatnya, olehnya itu kami masih dalami”, pungkas Jonas. Senin, (12/02/2018).

Saat ini kasus perkara tindak pidana tanpa hak membawa, memiliki dan menyimpan senjata tajam, senjata penusuk atau senjata penikam, sedang di tangani oleh Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang, untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dengan ancaman hukuman 5 tahun keatas.

Dirinya menambahkan, bahwa dari kasus tersebut diharapakan menjadi pembelajaran kepada para juru parkir lainnya.

“Kami berharap agar para jukir / juru parkir yang ada di wilayah hukum kami, untuk tidak mencoba-coba membawa senjata tajam tanpa ijin yang sah berupa apa pun yang dapat mengancam nyawa seseorang ataupun dapat dijadikan sebagi alat untuk melakukan tindak pidana yang dapat merugikan seseorang,” pungkas Jonas lagi. (Humas Polrestabes Makassar)

Sebagai warga negara yang baik semestinya kita tahu dan memahami hukum yang berlaku di wilayah kedaulatan NKRI, sehingga hobby atau kesenangan kita terhadap suatu benda senjata tajam, tetap tunduk dan patuh pada aturan yang masih berlaku.

Berikut petikan isi undang – undang yang mengatur tentang kepemilikan senjata tajam di Indonesia.

Undang-Undang Nomor 12/DRT/1951

Mengingat:
a. pasal 96, 102 dan 142 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;
b. “Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 No.17);

  1. Menetapkan: Undang-undang tentang mengubah “Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 No.17) dan Undang-undang R.I. dahulu No.8 tahun 1948.
  2. Pasal 1

(1) Barangsiapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

(2) Yang dimaksudkan dengan pengertian senjata api dan munisi termasuk juga segala barang sebagaimana diterangkan dalam pasal 1 ayat (1) dari Peraturan Senjata Api (vuurwaapenregeling: in, uit, door, voer en lossing) 1936 (Stbl. 1937 No.170), yang telah diubah dengan Ordonnantie tanggal 30 Mei 1939 (Stbl. No.278), tetapi tidak termasuk dalam pengertian itu senjata-senjata yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang kuno atau barang yang ajaib (merkwaardigheid), dan bukan pula sesuatu senjata yang tetap tidak dapat terpakai atau dibikin sedemikian rupa sehingga tidak dapat dipergunakan.

(3) Yang dimaksudkan dengan pengertian bahan-bahan peledak termasuk semua barang yang dapat meledak, yang dimaksudkan dalam Ordonnantie tanggal 9 Mei 1931 (Stbl. No.168), semua jenis mesiu, bom-bom pembakar, ranjau-ranjau (mijnem), granat-granat tangan dan pada umumnya semua bahan peledak, baik yang merupakan luluhan kimia tunggal (enkelvoudige chemische verbindingen) maupun yang merupakan adukan bahan-bahan peledak (explosieven mengsels) atau bahan peledak pemasuk (inleidende explosieven), yang dipergunakan untuk meledakkan lain-lain barang peledak, sekedar belum termasuk dalam pengertian munisi.

Pasal 2

(1) Barangsiapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag, steek of stoot wapen), dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun.

(2) Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan sah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).

Penulis : Juan

Editor : Alfian

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password