Bersama BPBD , Kapolda Kalbar Mengedepankan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

4D0A66B5-48D0-46BF-AC58-C87DE76B5FC1

Tribratanews.polri.go.id , Polda Kalbar – Bertempat di Coffe Morning Polda Kalbar , Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Drs. Didi Haryono SH,MH menggelar rapat bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar Drs. T.T.A. Nyarong, M.Si, Selasa (13/2/2018).

0F529220-7C19-4542-9F17-F94860CCE7B6

Dalam pertemuan tersebut Kapolda Kalbar membahas mengenai terjadinya kebakaran lahan , kemarin (12/2) bertempat di Desa Limbung Kecamatam Rasau Jaya yang hampir menghanguskan Sekolah Menengah Atas Negeri 4.

“Permasalahan Karhutla bukan masalah baru, sekarang kita akan menghadapi kemarau panjang, untuk Instansi terkait seperti Bhabinkambtibmas, TNI dan masyarakat harus bersama-sama bekerja sama untuk mengatasi Karhutla, Asap yang ditimbulkan dari Karhutla sangat berdampak buruk bagi kesehatan seperti mengidap penyakit ISPA ataupun menyerang fungsi otak, “ Ujar Kapolda KAlbar

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, Upayakan Pola pencegahan daripada penanganan. Saya menekankan kepada Bhabinkambibmas yang ada di wilayah masing-masing daerah untuk gencar mensosialisasikan peraturan hukum kepada warga yang melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sembarangan, selain pelaku dapat dijadikan tersangka negara Indonesia juga dapat di tuntut oleh Negara Tetangga karena menimbulkan efek Asap yang dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan,” Tegas Irjen Pol Didi Haryono.

C19ADBA0-98FA-4AC1-B21A-51DE1F5BF09A

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Barat juga menjelaskan bahwa pada tahun 2015 angka titik hot spot yang ditemukan sangat tinggi,pada tahun 2016 turun dan pada tahun 2017 mengalami penurunan yang sangat drastis serta mendapatkan apresiasi dari Kominfo, untuk itu pada tahun 2018 ini sebelum berdampak lebih jauh sebaiknya aplikasi atau cara yang telah dijalankan dari tahun lalu dapat dikembangkan pada tahun 2018.

“Diharapkan pada tahun ini, Polri, TNI maupun unsur yang terlibat dalam menangani Karhutla bersama, harus meningkatkan Inventarisir lokasi-lokasi rawan Karhutla contohnya dapat dbangunnya embung dan kanal atau parit-parit guna mendukung penanggulangan Karhutla, “ Kata Bapak Drs. T.T.A. Nyarong, M.Si.

“Dari sekitaran 2000 ribu desa yang ada, ada 182 desa saat ini yang sedang dipantau dalam Mobilasai rawan Karhutla, jadi diharapkan bantuan dari Polri untuk mengupayakan preemtif dan preventif terhadap Karhutla.” Tutup Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Barat.

Penulis : Chia
Editor : alfian/Nanang Purnomo
Publish : Chia

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password