Modus Lanjutkan Over Kredit, Wanita Ini Malah Gelapkan Mobil

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin oleh Ipda Roberth Hariyanto Siga berhasil meringkus pelaku penggelapan mobil yang berada didaerah Kajang Kabupaten Bulukumba, Senin (12/02/18).

Dengan adanya informasi dari warga setempat bahwa  pelaku perempuan berinisial KH (42) yang sedang berada dirumahnya yaitu di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba, Tim Resmob Polsek Panakkukang langsung melakukan pengejaran dan sekitar Pukul 02.00 Wita pelaku berhasil diamankan untuk selanjutnya diinterogasi.

Dari hasil interogasi terhadap pelaku, KH melakukan penggelapan mobil dengan cara dimana awalnya pelaku mengajukan berkas pengambilan kredit kendaraan di Toyota Astra Finance namun berkas pelaku ditolak selanjutnya pelaku berkoordinasi dengan salah satu karyawan dan terjadi kesepakatan untuk melanjutkan over kredit cicilan mobil jenis Avanza warna putih dengan harga Rp 25.000.000 lalu selanjutnya pelaku menjual kembali mobil tersebut dengan harga Rp 50.000.000 kepada rekanannya AM (31) didaerah Kabupaten Pangkep.

Anggota Resmob Polsek Panakkukang selanjutnya mendatangi rumah AM yang berada di Jalan Bulu Cindea Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep dan berhasil mengamankan pelaku  beserta barang bukti berupa 1 (Satu) Unit Mobil Avanza warna putih.

Penggelapan diatur dalam pasal 372 KUHP. Yang termasuk penggelapan adalah perbuatan mengambil barang milik orang lain sebagian atau seluruhnya) di mana penguasaan atas barang itu sudah ada pada pelaku, tapi penguasaan itu terjadi secara sah.

Misalnya, penguasaan suatu barang oleh pelaku terjadi karena pemiliknya menitipkan barang tersebut. Atau penguasaan barang oleh pelaku terjadi karena tugas atau jabatannya, misalnya petugas penitipan barang. Tujuan dari penggelapan adalah memiliki barang atau uang yang ada dalam penguasannya yang mana barang/ uang tersebut pada dasarnya adalah milik orang lain.

Pelaku tindak pidana penggelapan diancam hukuman penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggelapan adalah :

  1. Mentalitas pegawai merupakan salah satu faktor yang menimbulkan terjadinya tindak pidana penggelapan.

Pegawai yang tidak kuat mentalnya maka akan mudah terpengaruh untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan harkat dan martabat pegawai sebagai petugas. Sebaliknya pegawai yang bermental kuat tidak dapat dipengaruhi oleh adanya kesempatan atau peluang melakukan penggelapan. Pegawai yang mendasarkan diri pada pengabdian menganggap bahwa jabatan adalah amanah sehingga tidak akan melakukan penggelapan walaupun ada kesempatan.

  1. Faktor pemenuhan kebutuhan hidup yaitu adanya tekanan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup dan karena pengaruh gaya hidup yang konsumtif bisa mendorong seseorang untuk melakukan pengeluaran anggaran yang melebihi batas kemampuannya.
  2. Adanya niat dan kesempatan.

Niat dan kesempatan merupakan faktor pendorong timbulnya tindak pidana penggelapan. Betapapun besarnya niat jika tidak ada kesempatan, penggelapan tidak dapat dilakukan, dan sebaliknya jika tidak ada niat melakukan penggelapan dikarenakan mentalitas yang baik namun ada kesempatan maka penggelapan tidak dapat dilakukan.

  1. Sifat tamak dari manusia, dimana kemungkinan orang melakukan tindak pidana penggelapan bukan karena orang tersebut miskin atau penghasilannya tidak cukup. Kemungkinan orang yang kaya akan tetapi masih punya keinginan untuk memperkaya diri sendiri. Unsur penyebab tindak pidana pengelapan seperti itu datang dari dirinya sendiri.

Penulis : Juan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password