Laka Lantas di Kota Kediri : Kesenggol Angkot, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk

Tribratanews.polri.go.id, Polreta Kediri Kecelakaan maut terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Kediri. Tepatnya di timur perempatan Ngadisimo, depan makam Kelurahan Ngadirejo, kecamatan kota. Nur Laeliya, 31, pengendara sepeda motor Honda Scoopy nopol AG 3363 CE terjatuh lalu terlindas truk gandeng.

Sebelumnya, kendaraan yang dikendarai ibu rumah tangga asal Desa Maesan, Kecamatan Mojo ini sempat menabrak pintu kemudi angkutan kota (angkot). Pintu mobil penumpang umum (MPU) yang sedang ngetem tersebut tiba-tiba saja dibuka oleh pengemudinya.

Laeliya yang tak mengira hal itu tak sempat menghindar. Motornya yang menabrak langsung oleng. Dia terjatuh di kolong truk dan terlindas. Laeliya meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Kecelakaan ini sempat mengejutkan warga setempat. Mereka segera menghubungi petugas Satlantas Polresta Kediri Begitu anggota Satlantas tiba, jenazah korban segera dibawa ke RSUD Gambiran.

Sementara pengemudi truk, Supriyono, 48, warga Ngepringan, Karangtengah, Sragen, dan sopir angkot, Purwanto, 37, asal Kelurahan/Kecamatan Pare, diamankan ke mako Satlantas Polresta Kediri. Hingga siang kemarin, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif.

“Kedua pengemudi yang terlibat kecelakaan ini masih kami mintai keterangan. Kasus ini dalam penyelidikan kami,” kata Ipda Wahyu H., kanitlaka Satlantas Polresta Kediri.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 07.00. Sebelumnya, Laeliya bepergian naik sepeda motor dari rumahnya, Maesan, Mojo. Semula perjalanan aman dan lancar. Hingga kendaraan roda dua bercat merah putih tersebut melintas di Jl Teuku Umar, Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri.

Sampai di traffic light perempatan Ngadisimo – dari Jl Teuku Umar yang mengarah ke Jl Imam Bonjol –lampu menyala hijau. Makanya, Laeliya pun diduga menambah kecepatan sepeda motornya. Dia memilih di jalur kiri jalan. Sementara di samping kanannya melaju truk gandeng bercat oranye nopol AG 8899 UP.

Tampaknya, karena tergesa Laeliya berniat mendahului truk yang dikemudi Supriyono tersebut. Padahal, saat itu posisi motor Scoopy-nya masih di lajur kiri. Apalagi, sekitar 20 meter dari traffic light tersebut, di kiri jalan depan makam, ada angkot AG 1508 UD yang tengah ngetem menunggu penumpang.

Celakanya, ketika Laeliya menambah kecepatan motornya, tanpa diduga sopir MPU itu tiba-tiba membuka pintu kemudi mobilnya. Lantaran jarak motor dengan pintu sisi kanan depan angkot bercat kuning itu sudah sangat dekat, Laeliya yang berusaha menghindar tidak berhasil.

Setang kemudi sepeda motornya menabrak pintu angkot. Akibatnya, kendaraan Laeliya pun oleng. Pengendaranya tidak mampu mengendalikan setir. Keadaan panik itu berdampak fatal. Laeliya terpental jatuh dari motornya.

“Karena menabrak pintu angkot, langsung jatuh ke kanan,” ujar Supriono saat menanti pemeriksaan di satlantas polresta, kemarin.

Celakanya, pada saat bersamaan truk yang dikemudi Supriono sedang melaju di sisi kanannya. Tak pelak, pengendara motor perempuan ini pun terjatuh di bawah kolong truk yang mengangkut pakan ayam tersebut. Tubuhnya langsung terlindas. Tak bisa menyelamatkan diri, Laeliya yang terluka parah di bagian kepala meninggal di TKP.

Kecelakaan maut ini menghebohkan warga setempat. Petugas satlantas yang telah dihubungi pun segera meluncur ke TKP. Mereka mengamankan lokasi kejadian dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Sebagian personel mengevakuasi korban.

“Korban yang telah meninggal kami bawa ke RSUD Gambiran untuk visum,” papar Wahyu.

Selain itu, ia menyatakan, pengemudi angkot dan truk juga diamankan ke mako satlantas. Sampai kemarin, Purwanto dan Supriono masih menjalani pemeriksaan. Namun petugas belum menetapkan tersangka dalam kejadian ini. “Status kedua pengemudi ini kami mintai keterangan sebagai saksi,” jelas Wahyu.

Dari proses pemeriksaan sementara, petugas satlantas menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan pengemudi angkot. “Awalnya kan memang pelanggaran dulu, parkir di tempat yang tidak seharusnya dan tidak memperhatikan titik aman,” ungkap Wahyu.

Sementara itu, usai divisum di rumah sakit, jenazah Laeliya langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Maesan, Desa Maesan, Mojo. Satlantas Polres Kediri Kota bekerja sama dengan PT Jasa Raharja memberikan jaminan asuransi kepada keluarga korban kecelakaan ini.

“Untuk korban kecelakaan yang meninggal dunia telah terjamin oleh asuransi Jasa Raharja. Keluarganya akan mendapat santunan sebesar Rp 50 juta,” ujar Rio Arif Setyono, penanggungjawab Jasa Raharja di Samsat Kota Kediri.

Dia menyatakan, asuransi kecelakaan langsung diberikan pada hari itu juga.

Ketentuan terjamin tidaknya mengenai santunan telah termuat di UU Nomor 34/ 1964 tentang Ruang Lingkup Jasa Raharja dan UU Nomor 33/1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.

“Untuk korban kecelakaan yang mengalami luka-luka dapat menerima plafon santunan maksimal Rp 20 juta. Sedangkan untuk korban yang sampai meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp 50 juta secara langsung,” terang Arif.

 

Penulis      : Didik

Editor         : ALFIAN NURNAS

Publish      : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password