Puluhan Personel Kawal Aksi Damai Forbes di Fly Over Makassar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sebanyak puluhan personil Polsek Panakkukang Kawal Aksi Damai yang dilakukan Forum Masyarakat Makassar Bersatu (FORBES) di jembatan Fly Over Jalan A.P. Pettarani Makassar. Minggu (11/2/2018).

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, SIK yang berada di lokasi bersama anggota melaksanakan pengamanan aksi unras yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wita dibawah jembatan fly over makassar.

Sekitar puluhan orang pengunjuk rasa melakukan orasi secara bergantian dengan menggunakan pengeras suara dalam rangka menyikapi seruan Pilkada damai dan Adil.

Personil Polsek Panakkukang mengamankan jalannya aksi dengan mengedepankan bersikap humanis serta menghimbau kepada pengunras agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Kompol Ananda menjelaskan “Masyarakat berhak untuk mengeluarkan pendapatnya di muka umum, namun lakukanlah dengan cara yang tertib dan baik.”, jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolsek Panakkukang mengimbau masyarakat agar melakukan unjuk rasa dengan tertib dan damai. (Humas Polrestabes Makassar)

Dikutip dari hukumonline.com Demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat di muka umum. Demonstrasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya di muka umum yang dijamin oleh UUD 1945. Demonstrasi dibolehkan oleh hukum sepanjang mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 10 UU 9/1998, penyampaian pendapat di muka umum wajib diberitahukan secara tertulis kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (“Polri”). Pemberitahuan secara tertulis tersebutdisampaikan oleh yang bersangkutan, pemimpin, atau penanggungjawab kelompok. Pemberitahuan disampaikanselambat-lambatnya 3 x 24 jam sebelum kegiatan dimulai telah diterima oleh Polri setempat. Pemberitahuan secara tertulis ini tidak berlaku bagi kegiatan ilmiah di dalam kampus dan kegiatan keagamaan.

Pasal 18 ayat (1) UU 9/1998, barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan UU 9/1998,dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password