Polres Bulukumba Ringkus Dua Pelaku Narkoba, Seorang Diantaranya Adalah Oknum PNS

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Narkoba, Jumat (09/02/18).

Salah satu tersangka yang berhasil di amankan adalah Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulukumba, Tersangka MS (51) diciduk Sat Res Narkoba Polres Bulukumba bersama salah seorang rekannya yang saat asyik mengkonsumsi narkotika golongan I jenis shabu di rumah empang BTN Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

PhotoGrid_1518333407040-768x76

Dari hasil penggeledahan MS (51 ) yang berprofesi sebagai PNS Disdukcapil Bulukumba yang diringkus bersama rekannya SH (53) yang berprofesi sebagai supir ini didapati 4 sachet bening yang diduga bekas pakai shabu, 2 buah kaca pyrex dan 1 buah sendok sabu pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) 1 dan 2 buah kaca pyrex, 1 sendok shabu, dan 1 sachet yang diduga bekas pakai shabu pada TKP 2.

Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Rujiyanto Dwi Poernomo, SH, S.IK yang memimpin langsung operasi tersebut bersama KBO Sat Narkoba Ipda Asbudi Tonis, S.Sos, MH mengungkapkan bahwa pengangkapan ini bermula dari informasi terkait keberadaan 2 orang yang tengah mengkonsumsi barang haram tersebut.

“Dari informasi yang didapat, tim langsung menuju ke TKP dan mendapati barang bukti, namun setelah diintrogasi lebih lanjut, salah seorang tersangka mengakui juga pernah mengkonsumsi sabu di rumahnya, jadi penggeledahan kita lanjutkan disana dan didapati beberapa barang bukti juga,” Ungkap AKP Rujiyanto Dwi Poernomo.

Kedua pelaku kini telah diamankan dan dibawa ke Polres Bulukumba untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. (Humas Polres Bulukumba)

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis. Maupun sebagai korban penyalahgunaan narkoba, yakni seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam untuk menggunakan narkotika.

Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang menyebabkan dirinya sendiri binasa. Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya dengan racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya narkoba.

Kelima: Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan narkoba termasuk dalam larangan ini.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password