Gelar Razia di Perbatasan Soppeng-Wajo, Polisi Tilang Belasan Pengendara yang Tidak Bawa SIM

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Razia rutin Ops mantap praja 2018, pengamanan pilkada serentak kembali dilaksanakan Polres Soppeng, Minggu 11/2/18.

Kegiatan razia tersebut berlangsung di perbatasan Soppeng – Wajo, Desa Baringeng Kec. Lilirilau Soppeng yang dipimpin oleh Kasubbag Humas Polres Soppeg Akp Muhajir bersama belasan personil gabungan staf dan Sat lantas Polres Soppeng.

Kasubbag Humas Polres Soppeng mengungkapkan, hasil pemeriksaan dijalan belasan pengendara terjaring tidak memiliki SIM, dan ditindak dengan tilang elektronik.

Razia akan terus dilaksanakan, diwilayah perbatasan Kabupaten Soppeng untuk meminimalisir dan mencegah gangguan Kamtibmas selama proses Pilkada serentak 2018 berlangsung, tambahnya. (Humas Polres Soppeng)

Belasan pengendara yang terjaring razia adalah bukti perlunya digalakkan kembali sosialisasi berlalu lintas, sebab terwujudnya etika berlalu lintas adalah citra budaya bangsa, terwujudnya penegakan dan kepastian hukum bagi masyarakat. Sesempurna apapun aturan tidak akan secara otomatis atau serta merta mampu mengubah keadaan menjadi sesuai yang diinginkan, seperti mengubah kesemrautan menjadi tertib, mengubah perilaku yang tidak taat peraturan menjadi patuh dan taat.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memberikan amanat kepada semua pihak untuk ikut serta mematuhi lalu lintas ketika berkendara di area lintasan jalan publik. Namun hingga kini, pelaksanaan aturan yang sangat ideal tersebut bukan menghadapi masalah.

Justru faktanya antara apa yang seharusnya dilaksanakan (das sollen) dengan apa yang senyatanya sehari-hari (das sein) acapkali tidak berbanding lurus. Terbukti hingga saat ini masih banyak terjadi pelanggaran berlalu lintas di sana-sini. Secara kebetulan atau tidak, pelaku pelanggaran ternyata tidak sedikit dari masyarakat yang berpendidikan. Pertanyaannya, kenapa hal ini terus terjadi? Bagaimana cara mengurangi atau mengatasinya?

Solusi untuk mengurangi pelanggaran atau banyaknya kecelakaan lalu lintas di jalan raya, tentunya selain perlu penindakan tegas bagi masyarakat yang melanggar ketentuan beralalu lintas, yang utama juga adalah memberikan pencegahan sedini mungkin. Salah satunya melalui sosialisasi atau penyuluhan tertib berlalu lintas bagi pelajar mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA bahkan hingga mahasiswa Perguruan Tinggi.

 

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password