Polrestabes Makassar Gelar Rekonstruksi Penculikan Bayi di Jalan Pendidikan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Setelah berhasil meringkus empat tersangka pelaku penculikan anak di Jl. Pendidikan, Satuan Reskrim Polrestabes Makassar khususnya Unit PPA menggelar rekonstruksi terkait bagaimana cara keempat tersangka beraksi, Jumat (09/02/18).

Rekontruksi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan, S. H, M. H, yang di mulai dari Mako Polrestabes Makassar, Indomaret, konter hp, dan di tempat kejadian tepatnya di Jl. Pendidikan.

Keempat tersangka tersebut masing-masing YF, RS, AW, dan AY. Keempat tersangka memainkan rekontruksi dengan perannya masing-masing sesuai dengan kejadian yang telah terjadi.

Aksi pencurian itu sendiri terjadi, Selasa (09/01/2018) lalu. Kemudian keempat pelaku itu diringkus.

Rekontruksi di mulai saat lk YF yang merupakan otak dari penculikan tersebut bertemu dengan lk RS kemudian merencanakan serta menyiapkan alat yang akan digunakan dan menjemput kedua tersangka lk AW dan pr AY.

Kemudian keempat tersangka menjalankan aksinya di Jl. Pendidikan di rumah salah satu tersangka lk YF dan membawa kabur anak tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan menjelaskan rekontruksi ini memiliki beberapa adegan dan adegan tersebut adalah tahapan-tahapan penting saat keempat pelaku beraksi.

Seperti diketahui, saat penangkapan para pelaku disita pula barang bukti yang digunakan saat melakukan aksinya. (Humas Polrestabesmakassar)

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, mengatakan, setidaknya ada empat tujuan kuat mengapa pelaku melakukan penculikan.

Pertama, penculikan yang bertujuan untuk praktik adopsi ilegal. Kedua, latar belakang untuk tebusan. Ketiga, eksploitasi ekonomi dan keempat, penculikan anak yang nanti dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) anak.

Untuk tujuan yang pertama yaitu praktik adopsi ilegal, kata Arist, penculikan anak dalam kasus ini, dilakukan oleh sindikat jaringan perdagangan manusia. ”Ini terorganisir, sasarannya anak berusia di bawah satu tahun,” ujar Arist beberapa waktu lalu.

Arist menjelaskan, untuk kasus praktik adopsi ilegal ini, biasanya penculikan bayi terjadi di klinik, rumah sakit bersalin, serta pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Tujuan kedua ialah sebagai tebusan. Kata Arist, biasanya untuk penculikan dalam kasus ini, sasaran yang diculik ialah anak yang sudah dapat berbicara. Umumnya berumur dua, tujuh hingga 10 tahun. Untuk tujuan ini, pelaku tidak akan menculik jika anak belum bisa berkomunikasi. Alasannya, untuk bisa mengungkap keluarga anak.

Ketiga, yaitu tujuan eksploitasi ekonomi, anak diculik untuk sengaja dipekerjakan, misal seperti pengemis anak di jalanan. Menurut Arist, biasanya anak yang diculik ialah berusia 10 tahun ke bawah.

Untuk tujuan ke empat, penculikan anak yang dijadikan PSK anak. Dalam hal ini, anak berusia 14 tahun-an yang menjadi sasarannya. Ia mengungkapkan, korban penculikan anak usia ini ada yang dipekerjakan sebagai PSK di dalam negeri dan ada pula yang dikirim ke luar Indonesia.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password