Wajibkan Tes Urine kepada Anggotanya, Bukti Keseriusan Kapolres Parepare Berantas Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polres Parepare melaksanakan tes urine kepada kepada seluruh personelnya. Hal ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa anggota polri dan pns polri dimanapun bertugas diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan Urine, bagi seluruh anggota polri, Kamis (08/02/18).

Kapolres Parepare AKBP Pria Budi mengatakan bahwa apabila urinenya positif mengandung zat yang diduga narkoba akan diproses sesuai hukum yang berlaku disertai pemberian sanksi.

“Akan kita proses sesuai hukum dan diberi sanksi tegas, bagi personil yang belum sempat melakukan pemeriksaan urine pada hari ini, maka Propam akan tetap memburu personil yang belum melaksanakan pemeriksaan urine,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Parepare AKBP Pria Budi dan Waka Polres Parepare KOMPOL Muh. Amir mengawali pengambilan Urine dan menyerahkan Urinenya kepada Personil Propam dan URKES Polres, dilanjutkan oleh Para Perwira Jajaran Polres Parepare, Para BRIGADIR Polres Parepare hingga Personil Propam Polres Parepare dibawah Pimpinan IPTU Rusli Yunus, SH .turut mengambil sample urine.

Sementara itu  Waka Polres Parepare KOMPOL Muh.Amir menyampaikan, seluruh Personil Polres Parepare agar menghentikan segala Pungutan yang tidak sesuai dengan aturan (PUNGLI), di lapangan.

“Saya selaku Waka  Polres yang juga selaku ketua tim Saber Pungli, tidak mau mendengar atau melihat ada anggota Personel Polres Parepare melakukan Pungli, jika ada saya tidak segan-segan memerintahkan Tim Saber Pungli untuk menangkap Oknum Polisi yang melakukan Pungli,” tegas Muh. Amir.

Tes urine yang dilaksanakan Polres Parepare adalah salah satu upaya Pre-emtif dan Pre-ventif untuk mencegah peredaran maupun penyalahgunaan narkoba dijajaran Polres Parepare.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari Pre-emtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password